Tertangkap Basah Mencuri, Ibu Hamil Diarak ke Balai Desa, Lalu Dijemput Polisi

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- TI tak lagi leluasa keluar masuk pasar dan toko demi berpura-pura belanja. Perempuan yang tengah mengadung itu kini harus meringkung di balik sel penjara. Bisa-bisa ia pun harus bersalin dengan status pesakitan karena usai kandungannya kini sudah tujuh bulan.

Warga Desa Marga Sakti, Kecamatan Padang Jaya, Bengkulu Utara, itu menyandang status tersangka setelah aksinya mencuri di Pasar Unit I Padang Jaya kepergok warga pada Senin (16/9/2019) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Wanita 26 tahun itu sempat diarak warga dan diamankan di Balai Desa setempat. Kabar penangkapan itu lalu sampai ke polisi. TI lalu dijemput dari kediamannya.

“Untuk kebutuhan sehari hari,” kata TI menjelaskan motifnya. “Iya, di Arga Makmur juga,” lanjut TI sembari menunduk saat di Mapolres Bengkulu Utara.

Rupanya aksi TI tak cuma sekali. Sebelum kepergok di Unit I, TI sudah berulah sekali di Pasar Unit I Padang Jaya dan lima kali di Pasar Purwodadi Arga Makmur pada Juni, Juli, dan September.

Kasus pencurian di Pasar Purwodadi Arga Makmur pada tanggal 3 September 2019 menjadi bahan laporan polisi. Apalagi hasil curian pelaku terbilang banyak, yakni barang dan uang tunai Rp 10 juta milik Puja Wati (35 tahun), pedagang asal Desa Karang Suci, Kecamatan Arga Makmur.

“Pelaku berpura-pura mau membeli barang. Pesan barang banyak-banyak. Saat pedagangnya lengah, ia lalu mengambil uang atau barang pribadi korbannya. Selain beraksi sendiri, kadang-kadang modusnya berdua dengan anaknya yang masih umur empat tahun,” ungkap Kapolres Bengkulu Utara melalui Kasat Reskrim AKP Jery A Nainggolan, Rabu (18/9/2019) di Mapolres BU.

Dari tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti yang diduga hasil atau terkait dengan aksi kejahatan pelaku. Di antaranya: satu unit sepeda motor, satu unit HP, dan anting-anting serta liontin 4 gram.

Atas perbuatannya, kata Jery, tersangka dijerat pasal 362 KUHPidana tentang pencurian, dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara.


Pewarta: Agus Hariyanto