Iklan KPU Kota Bengkulu 1

Tragedi Tambang Emas Tradisional di Kabupaten Lebong; 2 Tewas, 2 Kritis

Iklan HUT Lebong Purwanto 745 x 300 px
Ilustrasi Penambang Tewas/foto Okezone News

LEBONG, sahabatrakyat.com– Kabar duka kembali datang dari Kabupaten Lebong. Usai dilanda bencana alam tanah longsor dan air bah, kali ini musibah dari aktivitas penambangan emas tradisional yang dilakukan warga juga makan korban.

Informasi terhimpun, tragedi tambang emas itu terjadi Kamis (11/5/2017) sekitar pukul 13.00 WIB. Bermula ketika empat warga yang bermaksud mencari emas di wilayah Kecamatan Pelabai atau yang akrab disebut warga sebagai lubang Blimeu Desa Gunung Alam.

Mereka adalah Nopeke alias Pike (sekitar 35 tahun), anggota polisi tugas di Polsubsektor Pelabai; Suharjo alias Jo (45 tahun), warga Desa Tabeak Blau I, Kec. Lebong Atas; Barlian alias Bulem (50 tahun), warga Kelurahan Tanjung Agung, Kec. Pelabai dan Rahmat alias Nan (50 tahun), warga Kelurahan Kampung Jawa, Kec. Lebong Utara.

Ketika masuk lubang, mereka membawa serta mesin genset untuk memutar alat penguras air. Informasinya, Nopeke dan Jo berada di bagian paling dalam. Mereka adalah orang yang masuk duluan. Lalu disusul Nan. Sementara Bulem berada pada posisi yang relatif jauh atau paling luar. “Nopeke dan Jo sudah masuk ke bagian sumur untuk menyedot air,” kata Padli (39 tahun), warga setempat yang baru saja melayat.

Saat tengah menyedot air itu, diduga mereka mulai sesak nafas akibat asap yang dihasilkan mesin genset. Nan lalu menuju keluar. Belum diketahui persis, apakah Nan mematikan mesin supaya asap tidak tambah banyak atau apakah mesin itu sudah mati ketika Nan akhirnya ditemukan warga sudah tak sadar persis di samping genset.

“Yang jelas, Bulem yang ada di bagian paling luar sempat masuk ke dalam. Diperkirakan dia masuk karena mendengar mesin mati dan mau mengetahui situasi di dalam lubang. Bulem masih sempat mendengar suara seorang rekannya ngorok. Dia juga sempat menggapai tangan salah satu di antaranya. Namun karena Bulem juga sudah mulai sesak, dia juga berusaha keluar,” cerita Hasan, kerabat Bulem.

“Bulem berhasil keluar dan meminta penambang yang ada di sekitar TKP untuk memberi kabar kepada warga di desa terdekat, Gunung Alam. Barulah warga beramai-ramai mendatangi lokasi kejadian,” lanjut Hasan.

Upaya evakuasi oleh warga datang setelah mengetahui kejadian. Korban yang pertama kali ditemukan adalah Nan yang sudah kritis di samping genset. Sementara Nopeke dan Jo yang ditemukan kemudian sudah tak bernyawa.

Camat Pelabai Junaidi yang dikonfirmasi sahabatrakyat.com melalui sambungan handphone mengatakan, dua korban meninggal sudah dibawa ke rumah duka masing-masing.

“Jenazah Nopeke dibawa ke kediaman neneknya di Desa Embong. Saya pada saat ini sedang berada di rumah duka di Embong tempat Nopeke,” kata Junaidi

“Saya berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi dan menjadi pelajaran bagi warga lainnya yang melakukan penambangan emas supaya berhati-hati agar hal seperti ini tidak terjadi lagi apalagi sampai adanya korban jiwa, ” tutup Junaidi.

Informasi terakhir yang berhasil dihimpun, Bulem yang sempat dilarikan ke RSUD Ujung Tanjung sudah kembali ke rumah.

=======================

(Jean Freire/Vikter Sanjaya)

Komentar Anda
iklan kibar

Related posts

Iklan KPU Kota Bengkulu 2