Gadaikan Mobil Rental, Curi Sawit SIL, Tiga Warga BU Ditangkap Polisi

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com Dua perkara hukum baru kini tengah diproses Polres Bengkulu Utara, masing-masing kasus dugaan penggelapan dan kasus pencurian tandan buah segara milik persuhaan perkebunan sawit di wilayah itu.

Kapolres BU AKBP Anton Setyo Hartanto SIK MH melalui KBO Reskrim Polres BU Iptu Asnawi didampingi Kabid Humas Polres BU Iptu Darlan dalam press releasenya, Kamis (14/5/2020), mengungkap dua perkara itu.

Kata Asnawi, dalam kasus penggelapan mobil, tersangka atas nama DS (40 tahun), warga Desa Kertapati, Kecamatan Air Besi. Ia diduga telah menggelapkan satu unit mobil Daihatsu Xenia warna metalix dengan Nopol A 1712 PC.

Modusnya, tersangka DS merental mobil selama 3 hari dengan biaya per hari Rp 300 ribu kepada pemiliknya bernama Leti Agustina (24 tahun) warga Jalan RA Kartini Desa Karang Anyar II, Kecamatan Arga Makmur.

Kasus bermula setelah tiga hari merental, tersangka tak kunjung mengembalikan mobil ke pemiliknya. Setelah dipertanyakan si empunya, DS lalu minta tambah lagi tiga hari. Mereka lalu deal.

Namun setelah lewat tiga dari perjanjian, Leti Agustina kembali mempertanyakan mobilnya. Kali ini tersangka DS berdalih mobil masih di luar daerah. Katanya ada di Desa Maor di wilayah Rupit Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan.

Yang membuat korban tak lagi percaya komitmen tersangka adalah ulahnya yang telah menggadaikan mobil tersebut untuk membayar hutang.

“Peristiwa ini bermula pada tanggal 27 April 2020. Jadi lantaran tidak terima mobilnya digadai akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres BU,” ujar Asnawi.

Akibat perbuatanya tersebut tersangka dijerat pasal 372 KUHPidana tentang penggelapan.

 

Maling Sawit

Sementara kasus pencurian TBS sawit terjadi di perkebunan milik PT Sandabi Indah Lestari (SIL). Ada dua tersangka yang sudah diamankan.

Mereka adalah TK (55 tahun), warga Desa Wonoharjo; dan FA (28 tahun), warga Desa Sebayur.

Keduanya berhasil dibekuk setelah polisi mendapat laporan satpam perusahaan yang memergoki aksi pencurian itu pada tanggal 4 Mei 2020. Ada dua lagi yang disebut terlibat kasus ini. Namun keduanya sudah keburu kabur.

“Dari pengakuan kedua tersangka, mereka suruhan saudara AZ yang merupakan residivis dan kini menjadi DPO,” kata Asnawi.

Dalam kasus ini polisi mengamankan barang bukti berupa 216 TBS seberat 1.950 kg yang sudah diuangkan senilai Rp 2.632.000. Polisi juga mengamankan satu unit kendaraan roda empat Mitsubishi TS.

Akibat perbuatannya kedua tersangka terjerat pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP atau pasal 107 huruf d Nomor 39 tahun 2014 tentang perkebunan Jo pasal 55 ayat 1 KUHP.


Pewarta: MS Firman