Gorong-Gorong Rusak; Jalan Provinsi Hancur, Petani Terancam

RUSAK: Warga melintas di jalan Muara Aman-Curup di Desa Suka Bumi, Lebong Tengah, Kab. Lebong. Jalan terancam hancur akibat digerus genangan air yang meluap akibat rusaknya gorong-gorong/foto Aka Budiman

LEBONG, sahabatrakyat.com– Rusaknya gorong-gorong di jalan lintas Lebong-Bengkulu di Desa Suka Bumi, Kecamatan Lebong Sakti Kabupaten Lebong, kini kian meresahkan warga setempat dan pengguna jalan.
Air yang meluap akibat rusaknya gorong-gorong membuat jalan berlobang dan nyaris putus. Bahkan kondisi itu membuat petani terancam tidak bisa turun tanam.
Kepala Desa Suka Bumi, Suhadi mengatakan, biasanya luapan air terjadi hanya saat hujan lebat saja. Namun, sejak beberapa bulan lalu kerusakan gorong-gorong sudah berdampak pada jalan yang semakin tergerus.
“Aspalnya turun jadi air naik ke badan jalan. Lobang banyak itu akibat tergerus tanahnya,” ujar Suhadi, Sabtu (29/12/2018). “Beberapa warga sudah mengeluhkan air yang masuk ke areal sawah,” sambungnya.
Suhadi berharap kepada pihak yang bertanggung jawab untuk mencarikan solusi. “Tolonglah pada pemerintah provinsi atau pun daerah memberikan solusi, saya siap membantu,” kata Suhadi.
Sebagai kepala desa, Suhadi mengaku khawatir jika kondisi itu dibiarkan akan memicu warga bertindak anarkis.
“Sekarang itu kita takut warga desa tutup jalan. Kemarin saja sudah ditanam pohon pisang,” ungkap dia.
HANCUR: Jalan Muara Aman-Curup di Desa Suka Bumi, Lebong Tengah, Kab. Lebong terancam hancur akibat terus digenangi air. Air naik ke badan jalan akibat gorong-gorong rusak/foto AKA BUDIMAN

Nasib (30 tahun), warga Desa Suka Bumi, mengungkapkan saat ini belum ada niat warga sampai ingin tutup jalan. Tetapi, lanjutnya, hal itu bisa saja terjadi karena warga sekitar selain sibuk mengatasi kendaraan yang sering mogok, mereka juga menghawatirkan tidak bisa tanam padi.
“Sering mogok kendaran karena banyak lubang yang tertutup air, kami juga sudah gotong-royong agar air tidak masuk ke areal sawah. Tapi itu sementara,” tukasnya.
Salah seorang pengguna roda empat, Suganda mengaku khawatir kendaraannya terperosok ke lubang saat melintas.
“Khawatir kita lewat itu di lubang airnya menggenang, terutama jalan yang di atas gorong-gorong itu kan sudah mencekung dan berlobang,” katanya.


Penulis: Aka Budiman
Editor: Jean Freire