Bridge Bukan Olahraga Judi, Miranda: Jadi Pengurus Bukan Mencari Kedudukan

Pelantikan Pengurus GABSI Bengkulu/rivaldo

BENGKULU, sahabatrakyat.com – Bridge, sebagai salah satu cabang olahraga, tampaknya, agaknya belum cukup familiar di kalangan masyarakat awam. Ada pandangan yang menganggap olahraga ini identik dengan judi.
Demikian dikemukakan Dr. Rahiman Dani usai resmi dilantik sebagai Ketua Umum Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Provinsi Bengkulu Periode 2019-2022 oleh Ketua Umum PB GABSI Prof. Miranda S. Goeltom, Senin (11/3/2019) malam di Gedung Daerah.
Untuk meluruskan pandangan itu, kata Rahiman Dani, GABSI Bengkulu telah mengawali prosesi pelantikan dengan Musda pada 28 Desember 2018 dan menggelar open turnamen bridge yang dilaksanakan di Bengcolen Mall.
“Menurut dokter yang juga pembina GABSI Kota, banyak hal yang diperoleh dari permainan bridge: latihan fokus, menghilangkan cepat lupa dan lain-lain. Yang jelas bridge ini merupakan olahraga yang di-olimpiade-kan dan diharapkan akan muncul atlet atlet nasional dan internasional,” katanya.
Rahiman Dani menambahkan, dalam turnamen bridge piala gubernur dengan total hadiah Rp 30 juta, Bengkulu menjadi pemenang setelah unggul dari peserta asal Lampung dan Sumatra Selatan.
“Pemenang nomor satu akan dijadikan Tim PRA-PON Bengkulu dalam katagori mic,” tutup Rahiman Dani.
Sebelumnya, dalam sambutan sebelum melantik Pengprov GABSI Bengkulu, Ketua Umum PB GABSI Miranda Goeltom mengingatkan pengurus GABSI Bengkulu bahwa organisasi ini adalah wadah untuk membina kesatuan dan persatuan bangsa.
“Kehadiran saudara-saudara dalam kepengurusan GABSI adalah untuk memberikan pengabdian yang terbaik bagi bangsa dan negara. Bukan sekedar mencari kedudukan dan kehormatan,” pesan Miranda.
Oleh karena itu, lanjut dia, kepercayaan, kehormatan, dan kemuliaan yang diterima para pengurus harus dipertanggung-jawabkan.


Pewarta: RIVALDO
Editor: Jean Freire