Mohammad Saleh Apresiasi Pemprov Memperhatikan Hak ASN dan Honorer

JAKARTA, sahabatrakyat.com. com– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI daerah pemilihan Provinsi Bengkulu, Mohammad Saleh mengapresiasi langkah pemerintahan provinsi (pemprov) Bengkulu untuk melindungi dan menjamin hak – hak ASN baik dari kalangan PNS maupun honorer. Bahkan pemrov menganggarkan untuk gaji ke – 13 dan THR bagi para honorer.

“Saya apresiasi atas langkah-langkah Pemprov dalam memberikan perlindungan dan menjamin hak-hak ASN maupun honorer. Suatu terobosan positif dalam rangka meningkatkan kinerja para ASN dan honorer,” ujar Mohammad Saleh, Senin (2/12/2019) pagi.

Selain itu, mantan Ketua DPD RI 2016 – 2017 ini menyampaikan bahwa kebijakan pemangkasan eselon III dan eselon IV di lingkungan ASN hendaknya dapat diperhatikan dengan seksama oleh pemprov agar tidak terjadi ketidakadilan terkait dengan pendapatannya selama menjabat di eselon III dan eselon IV.

Sebagaimana diketahui kebijakan Presiden Jokowi memperpendek rentang kendali birokrasi dan administrasi dengan memangkas keberadaan eselon III dan IV.

“Kita berharap dengan adanya kebijakan penghapusan eselon III dan eselon IV, pemprov memperhatikan betul terkait dengan penghasilan para ASN dijabatan tersebut. Jangan sampai dirugikan dan terkesan lahirnya ketidakadilan,” jelas Anggota Fraksi Golkar DPR RI ini.

Mohammad Saleh berharap agar pembangunan provinsi Bengkulu yang saat ini sedang berlangsung terus berlanjut dan jangan terhenti. Kebersamaan semua elemen, mulai dari legislatif, eksekutif serta masyarakat provinsi Bengkulu musti menjadi sebuah kekuatan yang terus mendukung dan mendorong pembangunan provinsi Bengkulu secara berkesinambungan. Sehingga, cita-cita provinsi Bengkulu untuk sejajar dengan provinsi-provinsi lain akan terwujud.

“Semoga semua elemen, mulai dari legislatif, eksekutif, terkhusus masyarakat provinsi Bengkulu terus mensupport pembangunan saat ini sedang berlangsung. Sehingga cita-cita besar provinsi Bengkulu untuk sejajar dengan provinsi lain akan dengan mudah untuk diwujudkan,” tutup Mohammad Saleh.


Editor: Jean Freire