Mohammad Saleh Serap Aspirasi Jajaran Kemenag Bengkulu

BENGKULU, sahabatrakyat.com– Sejumlah agenda mewarnai kunjungan kerja Anggota DPR RI Periode 2019-2024, H. Mohammad Saleh, SE, dalam reses-nya di Provinsi Bengkulu.
Setelah menginisiasi diskusi bertema pendidikan dan pertanian dengan sejumlah guru pertanian SMK di Kabupaten Rejang Lebong, Moh. Saleh juga menyempatkan diri bertemu dengan jajaran Kemenag Provinsi Bengkulu, Senin (30/12/2019) di Kantor Kanwil Kemenag di Kota Bengkulu.
Kedatangan Mohammad ke Kanwil Agama Provinsi Bengkulu tersebut disambut langsung oleh KaKanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Drs. H. Bustasar MS, M.Pd didampingi para Kepala Kantor Kemenag se-Provinsi Bengkulu.
Dalam sambutannya Bustasar mengungkap rasa senangnya atas kehadiran Bapak H. Mohammad Saleh, SE. “Kami berharap dapat terjalin silaturahim dan kerja sama dengan baik dalam rangka memperjuangkan aspirasi masyarakat dalam bidang keagamaan di Provinsi Bengkulu,” ucapnya.
Hal tersebut direspon secara positif oleh Anggota DPR RI H. Mohammad Saleh, SE, yang menjelaskan tugas dan kewajibannya sebagai anggota Komisi VIII DPR RI. “Saya akan memperjuangkan aspirasi masyarakat di bidang keagamaan” pungkasnya.
Sementara para kepala kantor Kemenag Kabupaten dan Kota turut menyampaikan progres, serta kendala-kendala yang dihadapi di daerahnya masing-masing.
Seperti halnya penambahan tenaga kerja non PNS, guru-guru kerohanian non muslim, serta pengembangan pondok pesantren di Bengkulu agar masyarakat yang ingin sekolah di pondok pesantren tidak perlu jauh-jauh ke Pulau Jawa.
Dari semua kendala yang disampaikan secara garis besar dapat disimpulkan bahwa kendala utama yang dihadapi saat ini masih seputar anggaran yang masih kurang untuk failitas pendukung maupun peningkatan kualitas dan kuantitas SDM.
Diakhir diskusi, H. Mohammad Saleh juga berpesan kepada seluruh jajaran Kemenag Provinsi Bengkulu agar masing-masing dapat secara aktif mengamati isu-isu agama yang berkembang.
“Kiranya kita semua dapat menjadi penyejuk demi tercapainya kerukunan dan kedamaian dalam kehidupan beragama dalam kebhinekaan di Negara Republik Indonesia,” tutupnya.


Editor: Jean Freire