(Editorial) Perluas Diskusi Bencana dan Tambang!

Suasana Diskusi: Be
Suasana Diskusi: Bencana dan Tambang, Tanggung Jawab Siapa? di salah satu kedai kopi di Kota Bengkulu. Diksusi digagas SMSI dan Yayasan Kanopi/Foto: Yopi Rivaldo

BENGKULU, sahabatrakyat.com- Seperti film dokumenter SexyKiller yang membuka kesadaran kritis banyak orang usai menontonnya, Diskusi Bencana dan Tambang, Tanggung Jawab Siapa? yang digagas SMSI dan Yayasan Kanopi Bengkulu sebaiknya juga diperluas.

Mengapa?

Ya, seperti kata Pak Ketua SMSI, Rahimandani, diskusi bukan dalam rangka mencari siapa yang salah, siapa benar. Ini upaya membangun silaturahmi karena persoalan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama.

Karena itu, rencana melebarkan diskusi ke civitas akademika atau kampus-kampus di Bengkulu, patut direalisasikan. Di sanalah generasi penerus bangsa tengah menempa diri. Dari sana lah banyak bermula gerakan perubahan di negeri ini.

Mahasiswa yang kini dibekap biaya mahal dan tuntutan ini itu perlu dibuka kesadaran kritisnya bahwa bumi Raflesia yang dipijaknya kini tengah berada dalam kepungan potensi bencana: banjir, longsor. Tentu juga gempa bumi.

Foto Kredit: Genesis Bengkulu

Bencana banjir dan longsor pada Jumat, 27 April 2019, lalu adalah yang terbesar dalam kurun 30 tahun terakhir. Kajian ilmiahnya kuat bahwa faktor penyebabnya ialah ulah manusia yang merusak lingkungan lewat aktivitas tambang batu bara.

“Banjir di Provinsi Bengkulu beberapa waktu silam merupakan banjir terbesar yang dialami Provinsi Bengkulu sejak kurang lebih 30 tahun yang lalu. Hal ini membuktikan bahwa lingkungan telah rusak akibat aktivitas penambangan batu bara yang berlebihan di Provinsi Bengkulu sehingga mempengaruhi daerah aliran sungai,” kata Direktur Yayasan Kanopi Ali Akbar, Rabu (9/5/2019).

Pernyataan dan uraian argumentasi Yayasan Kanopi di hadapan puluhan peserta diskusi–advokat, wartawan, aktivis mahasiswa, dan aktivis lingkungan hidup, itu bukan provokasi anti tambang, anti investasi. Itu ujaran keprihatinan, panggilan keberpihakan, seruan persatuan melawan kejahatan lingkungan!

________________
Penulis: Jean Freire