Kuro Tidur Bisa Jadi Desa Wisata Unggulan Bengkulu Utara

Camat Sri Dasa Utama, S.IP saat mengabadikan air keluar dari dinding batu dalam kunjungannya ke Desa Kuro Tidur/foto ist.

BENGKULU UTARA– Objek wisata Palak Siring Kemumu yang sudah dikenal luas masyarakat bukan satu-satunya yang menarik untuk dikunjungi wisatawan di Bengkulu Utara (BU).
Potensi alam wisata ringan Bukit Barisan di Desa Kuro Tidur Dusun IV Dam Air Lais, ternyata juga tak kalah memukau. Desa ini patut didukung menjadi desa wisata unggulan Bumi Ratu Samban.
Camat Kota Arga Makmur Sri Dasa dan rombongan yang baru-baru ini meninjau langsung lokasi wisata itu mengaku takjub dan tak menyangka jika wisata Desa Kuro Tidur sangat bagus dan mempesona.
Air terjun menjadi salah satu objek wisata yang bisa dinikmati wisatawan

“Subhanallah, maha suci Allah atas alam yang diciptakan-Nya. Selama ini orang hanya mengetahui wisata Palak Siring Kemumu. Ternyata yang saya lihat bersama rombongan, keindahan wisata ringan lereng Bukit Barisan lebih indah, lebih bagus dan lebih menarik dari Palak Siring Kemumu,” kata Sri Dasa.
Menurut Sri Dasa, berbeda dengan wisata Palak Siring Kemumu merupakan buatan manusia, wisata di Kuro Tidur adalah alamiah. Karena itu, akses jalan masih sulit dan jarak tempuhnya relatif jauh.
“Namun, sulit akses dan jauh jarak tempuh itu terbayar kalau sudah merasakan langsung keindahan dan pesona alam di sana,” kata dia.
Puspa langkah Rizantes Deceptor (Rafflesia Bintang)

Sri Dasa optimistis dengan kerja sama semua pihak potensi wisata itu bisa dikembangkan untuk memajukan wisata yang ada di Kota Arga Makmur, khususnya dan Bengkulu Utara umumnya.
“Ke depannya saya yakin dan optimis dengan kerja sama semua pihak dan keinginan yang keras untuk memajukan wisata yang ada di Kota Arga Makmur kesulitan itu bukan jadi hambatan tetapi menjadi sebuah tantangan bagi kami semua,” ujarnya.
Selain pemandangan, lanjut Sri Dasa, di kawasan tersebut terdapat habitat puspa langka, seperti bunga Rafflesia gadutensis, Rafflesia bintang (rizantes deceptor) yang lebih langka dari Raflesia arnoldi dan Amorphapholus titanum (bunga bangkai).
“Saya sangat mendukung adek-adek KPA (Kelompok Pecinta Alam) Margapala dan Pokdarwis Wana Bhakti yang ada di sana. Mereka sangat konsen menjaga kelestarian dan kebersihan lokasi-lokasi wisata alam tersebut,” tandas Sri Dasa. (MS Firman)