Status IAIN Bengkulu Menjadi UIN Tunggu Kementerian

Mewakili Gubernur Bengkulu, Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri hadir pada Wisuda Sarjana Strata I dan Strata II Angkatan XII Tahun 2019/ist

BENGKULU- Peningkatan status IAIN Bengkulu menjadi UIN kini masih menunggu kepastian dua kementerian. Baik pihak rektorat bersama-sama Pemprov Bengkulu sudah mengupayakan peningkatan status tersebut dalam kurun beberapa bulan terakhir.

Hal itu terungkap dalam Rapat Terbuka Senat IAIN Bengkulu di Gedung Gunung Bungkuk STQ, Rabu (27/03/2019) dalam rangka Wisuda Sarjana Strata I dan Strata II Angkatan XII Tahun 2019. Pada sidang terbuka Senat IAIN Bengkulu 2019 ini, sebanyak 627 lulusan IAIN Bengkulu diwisuda.
Rinciannya: Pasca Sarjana 29 orang, Fakultas Tarbiyah & Tadris 332 orang, Fakultas Syariah 50 orang, Fakultas ekonomi & Bisnis Islam 151 orang serta Fakultas ushuluddin, Adab & Dakwah 65 orang.

Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri yang hadir mewakili Gubernur Bengkulu mengatakan, upaya pengembangan dan peningkatan status tersebut telah dilakukan Gubernur Bengkulu dengan melakukan pertemuan dan berkoordinasi dengan Kementerian Agama RI dan Kementerian Pendidikan RI sejak beberapa bulan terakhir.

Hamka menjelaskan, peningkatan status itu jelas akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Provinsi Bengkulu.

“Sebagaimana kita ketahui bersama 10 provinsi yang ada di pulau Sumatera, hanya Bengkulu dan Bangka Belitung yang masih IAIN. Jadi sudah seharusnya IAIN Bengkulu kita tingkatkan status kelembagaannya,” jelas Hamka Sabri.

Tindak lanjut atas realisasi peningkatan status lembaga pendidikan ini, menurut Hamka Sabri Pemprov Bengkulu saat ini masih menunggu jawaban dari masing-masing kementerian.

“Jadi kita berharap para orang tua turut mendo’akan perjuangan Pemprov bersama IAIN Bengkulu, agar segera terealisasikan IAIN Bengkulu menjadi UIN Bengkulu,” pungkasnya.

Rektor IAIN Bengkulu Prof Sirajuddin mengatakan pentingnya pendidikan dalam menentukan kehidupan, baik berbangsa, berbahasa, maupun beragama. Di lain pihak dirinya meminta kepada wisudawan agar tidak melupakan jasa orang-orang di sekitar, terkhusus orang tua yang telah membantu dan mendukung mereka hingga bisa bergelar sarjana.

“Keberhasilan dalam studi bukan hanya hasil kerja saudara tapi banyak pihak yang turut membantu, salah satunya orang tua. Kalau ingin berhasil, berbaktilah kepada kedua orang tua,” jelasnya.

Terkait peningkatan status lembaga IAIN, menurut Sirajuddin hingga saat ini pihaknya bersama Pemprov Bengkulu juga terus melakukan komunikasi intensif dengan kementerian terkait.


Editor: Jean Freire