previous arrow
next arrow
Slider

Sudah 15 Tahun Otonom, Apa Pandangan Ketua Presidium Pemekaran Lebong?

Ketua Presidium Pemekaran Kabuaten Lebong H. Syahili bersama Aka Budiman, jurnalis sahabatrakyat.com

LEBONG, sahabatrakyat.com- Hari ini (7 Januari 2019) Kabupaten Lebong genap 15 tahun. Sebagai daerah otonom hasil pemekaran kabupaten induk Rejang Lebong, Lebong terus bergiat dan membangun. Ada banyak kemajuan. Ada banyak capaian prestasi. Namun tentu masih ada juga banyak pekerjaan rumah yang harus diberesi.

Lantas bagaimana perkembangan bumi Swarang Patang Stumang dalam pandangan salah tokoh yang ikut memperjuangkan pemekaran itu? Berikut laporan hasil wawancara jurnalis sahabatrakyat.com Aka Budiman dengan Ketua Presidium Pemekaran Kabupaten Lebong H. Syahili.

——————————————————————————–

Ditemui di kediamannya di Desa Sukau Datang, Kecamatan Pelabai, pada Sabtu (5/1/2019) petang, Syahili menilai 15 tahun merupakan usia yang masih belia.

Namun meski masih sangat muda, Syahili melihat pembangunan Lebong sudah menunjukkan kemajuan, baik fisik maupun non-fisik. Ia menyebut posisi Lebong diurutan kelima dari 25 kabupaten yang dimekarkan serentak adalah buktinya.

“Sebelum mekar kita tahu masyarakat masih banyak yang buta huruf. Sekarang sudah tidak lagi. Pembangunan fisik pun sudah bisa kita nikmati di kabupaten yang usianya seumur jagung ini,” ujar Syahili.

Oleh sebab itu, kata Syahili, masyarakat yang merasa belum menikmati pembangunan boleh jadi adalah mereka yang kurang pengetahuan.

“Bersyukurlah masyarakat dengan pembangunan kita, mereka yang kurang wawasan maka akan menilai belum menikmati pembangunan. Semua lini pembangunan pasti ada kurangnya,” katanya.

Syahili mengingatkan upaya dan perjuangan pemekaran Lebong agar menjadi kabupaten sudah dimulai sejak tahun 1960-an, lalu tahun 1975 dan baru mencapai hasilnya di tahun 2003 dengan terbitnya UU Nomor 39 Tahun 2003 Tentang Pembentukan Kabupaten Lebong dan Kabupaten Kepahiang Di Provinsi Bengkulu.

Purnawirawan TNI AD Tahun 1988 itu menjelaskan, pemekaran merupakan upaya untuk memperpendek rentang kendali pemerintahan dalam rangka mendukung peningkatan penyelenggaran pemerintahan, mensejahterakan masyarakat, dan melaksanakan pembangunan di berbagai bidang.

Maka itu dalam analisa ayahanda Rosjonsyah, Bupati Lebong saat ini, dalam tempo empat atau lima tahun ke depan, Kabupaten Lebong bakal menjadi ‘kiblat’ bagi kabupaten lainnya karena pemanfaatan potensi sumber daya alamnya.

“Sumber daya bumi kita ini banyak, seperti tenaga listrik panas bumi yang tinggal menunggu produksi. Dari segi pertanian wilayah kita mendukung untuk menjadi lumbung padi,” ujar Syahili.

Karena itu pula Syahili mengingatkan agar pemerintah daerah dapat berjalan dengan baik bersama-sama legislatif dan yudikatif. Mendukung masuknya investor yang mau mengelola kekayaan alam Lebong serta membuka jalan akses ke provinsi luar Bengkulu seperti Tapus-Musirawas, Sumatera Selatan dan Ketenong-Merangin-Bangko, Provinsi Jambi.

“Pemerintah jangan menghambat izin investor yang masuk, urus izinnya secepat mungkin supaya Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa meningkat. Akses jalan dibuka karena daerah kita itu bukan jalan yang dilalui jalan negara,” kata Syahili yang lahir tahun 1946 itu.


Penulis: Aka Budiman

Editor: Jean Freire

Komentar Anda
iklan kibar

Related posts