previous arrow
next arrow
Slider

Pantau Perayaan Imlek, Kapolda: Toleransi Antar Umat Beragama di Bengkulu Cerminkan Wajah NKRI

Kapolda dan Danrem Bengkulu saat meninjau Vihara Buddhayana Bengkulu/foto Rivaldo

BENGKULU, sahabatrakyat.com– Kapolda Bengkulu Brigjen. Pol. Supratman dan Danrem 041/GAMAS Bengkulu Kolonel Infantri Dwi Wahyudi, Selasa (5/1/2019) sekitar pukul 08.50 WIB tiba di Wihara Buddhayana. Kedatangan orang-orang nomor satu di Mapolda dan Makorem Bengkulu itu disambut keluarga Buddhayana Bengkulu.

Di pagi menjelang siang itu Kapolda, Danrem dan rombongan memang sengaja turun untuk memastikan pelaksanaan ibadah dan perayaan Tahun Baru Imlek berjalan tanpa halangan dan hambatan.

Pantauan sahabatrakyat.com, usai berbincang dengan Pengurus Vihara, Kapolda menyempatkan diri menapak ke dalam vihara. Hanya beberapa menit sebelum akhirnya pamit. Kepada awak media yang sudah menahan langkahnya di pintu masuk, mantan Wakapolda Jawa Barat itu memastikan perayaan Imlek di Bengkulu berjalan aman dan kondusif.

Meski tak ada ancaman, pengamanan di sekitar vihara tetap disiagakan. Selain aparat kepolisian, ada juga dari unsur TNI dan Satpol. Baik Kapolda maupun Danrem menyampaikan, aparat keamanan juga sudah disiagakan di Mapolres atau Mapolsek jika sewaktu-waktu diperlukan.

“Kita hanya fokus menurunkan anggota di objek–objek vital vihara dan klenteng sesuai peraturan satu regu, namun anggota kita standby di Mapolres. Pak Danrem juga pasukannya di Kompi juga selalu standby,” kata Kapolda.

Disinggung soal toleransi antar umat beragama di Bengkulu, Kapolda menyatakan Bengkulu merupakan salah satu contoh. Soal toleransi, ia menyebut Bengkulu sebagai wajah NKRI.

“Masalah toleransi justru ini diperlihatkan oleh kita semua tidak ada istilah mayoritas dan minoritas. Kita saling mengamankan demi kelancaran. Inilah wajah sesungguhnya Indonesia, Bhineka Tunggal Ika dan ini harus dipertahankan,” katanya.

Terpisah, Ketua Yayasan Satyamuni Bengkulu Edi Santoso menjelaskan, Imlek merupakan tahun menyambut pergantian musim di Cina, yakni dari musim dingin ke musim semi. Musim semi adalah yang paling baik untuk panen di Cina karena selama musim dingin mereka tidak dapat bercocok tanam.

Tahun ini Imlek bertepatan dengan Shio Babi. Menurut Edi, Shio Babi lekat dengan keberuntungan. “Shio Babi bisa dikatakan tahun kesuksesan, namun dengan kesuksesan itu kita harus bisa berbuat baik untuk bangsa dan negara, jangan untuk pribadi aja,” ujar Edi.

Sementara Chandra Lee, seorang warga mengatakan, “Setiap Imlek, keluarga kami selalu berkumpul. Kakak dan adik yang berada merantau kembali ke Bengkulu, untuk merayakan Imlek. Biasanya usai sembahyang Imlek kumpul di rumah untuk makan bersama.”


Pewarta: RIVALDO

Editor: Jean Freire

Komentar Anda
iklan kibar

Related posts