Iklan Kemendes

Nelayan Tradisional Videokan Operasi Trawl di Perairan Seluma

Aksi nelayan pengguna pukat harimau yang divideokan nelayan tradisional/gambar screenshot twetter Marini Sipayung

BENGKULU– Kendati sudah ada larangan dan upaya penindakan petugas, aktivitas nelayan pengguna pukat harimau atau trawl di wilayah perairan Bengkulu ternyata masih saja terjadi.

Ini dibuktikan oleh para nelayan tradisional yang mengabadikan aktivitas nelayan pengguna trawl saat beroperasi di perairan Desa Pasar Seluma, Kabupaten Seluma.

“Pagi ini kapal trawl masih beroperasi menarik jaring dan sudah kami videokan,” kata Sudirman, nelayan tradisional Pasar Seluma, Senin (2/4/2018) dikutip Antara.

Ia mengatakan satu kapal trawl beroperasi dengan leluasa, menarik jaring atau pukat trawl di perairan Seluma.

Menurut Sudirman, para pengguna trawl itu tidak menghiraukan para nelayan tradisional yang merekam aktivitas mereka.

“Mereka sepertinya sengaja memicu emosi nelayan tradisional. Padahal jelas-jelas penggunaan trawl sudah dilarang,” kata dia.

Menurut Sudirman, dalam lima hari terakhir, aktivitas kapal pengguna trawl masih marak di perairan wilayah mereka.

Para nelayan tradisional lanjutnya masih menahan emosi dan mempercayakan penegakan hukum kepada aparat.

“Kami minta penegak hukum, Polisi dan TNI agar turun ke lapangan, jangan hanya beroperasi di Kota Bengkulu,” ujarnya.

Dua hari sebelumnya, tim patroli TNI Angkatan Laut menyita dua alat trawl dari nelayan saat beroperasi di perairan Kelurahan Teluk Sepang, Kota Bengkulu.

Menurut Komandan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Bengkulu, Letkol Laut (P) Agus Izudin sebanyak 16 unit kapal pengguna trawl beroperasi di perairan Bengkulu dan dua unit kapal telah dirampas alat tangkapnya.

“Kami sudah menyita dua alat tangkap dan sisanya diperintahkan kembali ke Pelabuhan Pulau Baai,” ujarnya.


Laporan: Antaranews.com

Editor: Jean Freire

Komentar Anda
iklan kibar

Related posts