Dir Reskrimsus Polda Bengkulu, Kombes Pol Ahmad Tarmizi, S.H., didampingi PLH Kabid Humas Polda Bengkulu Kompol Mulyadi, M. memberikan keterangan kepada pers terkait operasi penertiban di SPBU/Foto: tribratanewsbengkulu.com

BENGKULU, sahabatrakyat.com- BBM Subsidi memang seksi. Meski sudah ada aturan pembelian dan larangan penyalah-gunaan, cepatnya putaran duit bisnis BBM membuat pelaku bisnis maupun oknum petugas SPBU menempuh cara ilegal agar meraih keuntungan besar.
Terbukti, dalam operasi penertiban yang dilakukan Subdit Tipidter Direktorat Reskrimsus Polda Bengkulu menyikapi keluhan konsumen BBM di Kota Bengkulu akhir-akhir ini, setidaknya 10 pelaku bisnis BBM ilegal berhasil diamankan dari tiga lokasi SPBU.
Ketiga SPBU yang dilakukan operasi yakni SPBU Tanah Patah, SPBU Pagar Dewa dan SPBU Air Sebakul.
Dari 10 orang yang ditangkap oleh polisi, empat orang telah ditetapkan tersangka. Sementara enam orang lainnya masih dalam dalam proses penyidikan.
Adapun 10 tersangka yang ditangkap oleh Polda Bengkulu adalah:
Di SPBU Tanah Patah:
1. Hutabarat (selaku pengangkut BBM);
2. Trimulyadi (selaku pengangkut BBM);
3. Ali Akbar;
4. Hermawan (selaku operator SPBU).
SPBU Pagar Dewa:
5. Edi Yanto (pemilik warung)
6. Amancik (supir);
7. Awaludin (operator SPBU);
8. Ariyo (operator SPBU).
SPBU Air Sebakul:
9. Faisal (pengangkut BBM); dan
10. Elek Chandra (operator SPBU)
Dir Reskrimsus Polda Bengkulu, Kombes Pol Ahmad Tarmizi, S.H., didampingi PLH Kabid Humas Polda Bengkulu Kompol Mulyadi, M. menjelaskan modus yang digunakan para pelaku yakni bekerjasama untuk mengangkut BBM subsidi tanpa memiliki izin dalam jumlah besar dan terus berulang-ulang.
”Menindak lanjuti perintah langsung Kapolda Bengkulu, dikarenakan banyaknya keluhan masyarakat mengenai antiran BBM yang cukup panjang akibat ulah para oknum-oknum tertentu untuk mencari keuntungan,” kata Kombes Ahmad.
Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa 4 unit sepeda motor modifikasi, 2 unit mobil dan belasan jerigen serta ratusan liter BBM subsidi jenis bensin dan solar.
”Saya tekankan kepada seluruh SPBU untuk tidak membiarkan para operator untuk menjual BBM subsidi menggunakan jerigen atapun tangki modifikasi. Selain itu kegiatan ini terus akan kita pantau di seluruh daerah di Bengkulu,” kata Kombes Ahmad.


Editor: Jean Freire