
BENGKULU, sahabatrakyat.com- Polres Bengkulu meringkus tiga pria yang diduga pelaku pencurian kendaraan sepeda motor di wilayah Kota Bengkulu. Ketiganya asal Sumatera Selatan, masing-masing PA (29 tahun), warga Kecamatan Sikap Dalam dan DR (29 tahun) warga Kelurahan Puntang Kecamatan Ulu Musi. Seorang lagi warga Kecamatan Pendopo berinisial EA (21 tahun) yang berperan sebagai penadah.
Pelaku mencuri sepeda motor ke 11 tempat kejadian perkara (TKP) dan kebanyakan di wilayah pasar. Pelaku datang ke Bengkulu menggunakan jasa travel.
Pada pukul 03.30 WIB pelaku menuju Pasar Panorama untuk mengintai. Setelah menemukan target pelaku lalu mendekati motor tersebut dan mengeluarkan kunci T untuk merusak kontak motor tersebut.
Berhasil mendapatkan motor, pelaku kabur menuju arah Lintang. Di sana pelaku menghubungi EA yang membantu menjualkan hasil curian dengan iming-iming Rp 200 ribu.
Di TKP yang berbeda, pelaku menggunakan sepeda motor menyusuri pasar Minggu dan kemudian dilanjutkan berjalan kaki hingga memasuki Pasar Tradisional Modern (PTM), pelaku melihat ada seorang perempuan sedang memarkirkan sepeda motor Honda Revo warna kuning dan ditinggalkan oleh pemiliknya.
Tak butuh waktu lama pelaku mendekati sasaran dan mundudukinya. Karena situasinya sedang sepi pelaku kemudian mengeluarkan alat untuk merusak kontak motor tersebut.
Pelaku kemudian membawa motor tersebut pergi ke arah Lintang Empat Lawang untuk menjualnya.
Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti 6 unit sepeda motor dan 1 unit milik pelaku yang digunakan untuk melancarkan aksinya.
“Dua pelaku diberi hadiah timah panas pada bagian kaki,” ujar Kapolres Bengkulu AKBP Pahala Simanjuntak di Mapolres, Selasa (24/3/2020) dilansir bengkuluekspress.com
Para pelaku dijerat Pasal 363 KUHPidana dan Pasal 480 ayat 1 KUHPidana untuk penadah, dan ancaman penjara paling lama 5 tahun.
Nyontek Youtube
Seorang pelaku PA mengaku bahwa hasil pencurian ia gunakanakan untuk keperluan anak, sebagian lagi untuk keperluan harian.
“Aku anak ado 2 orang, duitnyo untuk keperluan anak istri jugo idak tau kerjoan aku apo, selamo iko baru 7 kali beraksi, kini aku nyesal nian kasian anak-anak di rumah,” ujar PA.
PA juga mengaku bisa melancarkan aksinya setelah melihat tayangan di youtube. Ia lantas mencoba dengan mencari alatnya dan mempraktekannya ke motor teman.
Penulis: bengkuluekspress.com | Editor: Jean Freire





