BENGKULU, sahabatrakyat.com- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Bengkulu dan Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) Bengkulu mendesak Pemerintah Kota Bengkulu supaya lebih peduli dan tak abai dengan kondisi pedagang dan pembeli di pasar-pasar utama di wilayah ini karena belum mengindahkan protokol kesehatan.

Selama beberapa hari menggelar aksi sosial di sejumlah pasar, PMKRI dan IMAPA menyaksikan sendiri keramaian yang tidak sejalan dengan imbaun jaga jarak, baik sosial distancing maupun physical distancing. Termasuk penggunaan masker.

Dalam bakti sosialnya sebagai wujud peduli sekaligus prihatin atas pandemi Covid-19, PMKRI dan IMAPA telah mendonasikan sarana cuci tangan dan membagikan masker kepada warga di Pasar Kaget Pematang Gubernur (Rabu, 27/05/2020) dan di Minggu Baru dan Pasar Panorama (Kamis, 28/05/2020).

“Dari keterangan yang kami peroleh, kami melihat pasar menjadi sasaran untuk mendapat perhatian ekstra mengingat sulitnya menerapkan physical distancing untuk mencegah penularan virus corona,” ujar Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Bengkulu, Putri Ayu Pandiangan dalam rilisnya ke sahabatrakyat.com, Jumat (29/05/2020).

Putri Ayu mengatakan, pada kesempatan aksi, PMKRI dan IMAPA Bengkulu juga mensosialisasikan sekaligus memberi edukasi kepada para pedagang dan para pengunjung di Pasar Minggu Baru dan Pasar Panorama Kota Bengkulu, Kamis (28/05/2020).

“Poin pentingnya adalah menumbuhkan kesadaran diri terkait pentingnya untuk menaati protokol kesehatan selama melakukan aktivitas di pasar,” imbuh Putri Ayu.

Ketua IMAPA Bengkulu Legison Enumbi mengatakan, “Pemerintahan Kota Bengkulu harus memperhatikan keadaan pasar karena pasar merupakan tempat perkumpulan dari berbagai kalangan sehingga menciptakan peluang besar dalam penyebaran virus corona dan kami sudah membuktikan sendiri dengan melihat kondisi pasar yang sangat memprihatinkan karena masih banyak masyarakat tidak menerapkan protokol kesehatan”.

“Selain itu kami juga melihat sarana seperti Alat Pelindung Diri (APD) yakni masker dan sarung tangan serta sarana cuci tangan dan hand sanitizer masih banyak belum tersediah untuk digunakan para pedagang maupun pengunjung di pasar”, imbuhnya.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Bengkulu Surya I. H. Sinabutar mengatakan dengan telah ditetapkannya oleh Kementerian Kesehatan bahwa Bengkulu merupakan wilayah transmisi lokal Covid-19 maka pemerintah sudah harus lebih waspada dan lebih teliti melihat keadaan lapangan terutama di pasar agar protokol kesehatan sungguh-sungguh dilaksanakan.

“Kami sungguh prihatin atas sikap yang tidak tegas dari pemerintahan Kota Bengkulu dalam mengontrol pelaksanaan protokol kesehatan oleh pedagang dan pengunjung pasar yang belum sesuai harapan, kami sangat ingin jangan sampai terjadi kerena kelalaian malah mengorbankan kesehatan masyarakat”

Untuk itu dirinya juga mendesak pemerintahan Kota Bengkulu agar melengkapi sarana dan fasilitas yang mendukung dalam penerapan protokol kesehatan oleh para pedagang dan para pengunjung di pasar.

“Selama dua hari ini kami sudah turun langsung ke pasar kaget, pasar Minggu baru dan pasar Panorama untuk membagikan sarana cuci tangan yang kami buat sendiri dengan bahan dan alat seadanya serta membagikan masker dan mensosialiasikan agar pedagang dan pengunjung pasar selalu menaati protokol kesehatan, sangat miris keadaan yang kami saksikan sendiri dan besar harapan kami agar pemrintahan Kota Bengkulu agar segera merespon hal ini dan melengkapi kekurangan yang ada sehingga bisa diwujudkan pasar di Bengkulu sebagai pasar percontohan dalam memutus rantai penyebaran virus corona”, tandasnya.

PMKRI Cabang Bengkulu dan IMAPA Bengkulu berkomitmen untuk bersama mendukung pemerintah dalam menuntaskan penyebaran Covid-19 sampai dengan vaksin segera ditemukan dan akan menjadi garda terdapan dalam mengawasi agar semua secara teliti diperhatikan pemerintah dalam menjalankan fungsinya untuk menuntaskan kasus penyebaran Covid-19

Masukan dan saran PMKRI dan IMAPA kepada Pemerintahan Kota Bengkulu terkait keadaan pasar di Kota Bengkulu saat ini:

1. Melakukan disinfektan sebelum dan setelah pasar beroperasi;
2. Menyediakan tempat cuci tangan, sabun dan hand sanitizer di semua titik yang mudah dijangkau;
3. Memberikan bantuan masker dan sarung tangan kepada para pedagang yang belum memiliki;
4. Menempatkan aparat pemerintah di semua titik yang mudah untuk melakukan pengawasan dalam menegur pedagang dan pengunjung pasar yang tidak menggunakan masker selama pasar beroperasi.


Pewarta: Jean Freire