Puluhan siswa SLTP di Rejang Lebong dipastikan tak lulus karena tak ikut Ujian Sekolah
Puluhan siswa SLTP di Rejang Lebong dipastikan tak lulus karena tak ikut Ujian Sekolah

REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com-
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Rejang Lebong memastikan sebanyak 84 pelajar SMP di daerah tersebut tidak akan lulus dalam pelaksanaan ujian sekolah (US) yang baru saja berakhir.

Jumlah siswa yang tidak lulus tersebut disampaikan oleh Kadis Dikbud Rejang Lebong Rezza Pakhlevie didampingi Kabid Pembinaan SMP Dedi Warsito Selasa 17 Mei 2022.”Sebanyak 84 orang siswa SMP itu sudah dipastikan tidak lulus, karena mereka sudah berhenti sekolah atau drop out,”terang Dedi Warsito.

Dilanjutkan Dedi secara resmi jumlah peserta ujian sekolah atau US tahun ajaran 2021/2022 yang terdaftar ada sebanyak 4.010 pelajar yang berasal dari 44 SMP negeri dan 11 SMP swasta yang ada di 15 Kecamatan.

Pada pelaksanaan US yang dilaksanakan sejak tanggal 10 hingga 14 Mei 2022 diketahui dari total jumlah tersebut sebanyak 92 siswa tidak ikut serta, dengan rincian 8 orang karena sakit dan 84 lainnya sudah berhenti sekolah atau drop out.

“Untuk yang sakit itu akan ikut ujian susulan, sedangkan yang 84 seperti tadi saya jelaskan dipastikan tidak akan lulus karena sudah drop out sebelum pelaksanaan US dimulai,”ujar Dedi.

Menurut Dedi, siswa yang sudah dinyatakan DO tersebut baru diketahui pihaknya saat ujian sudah berlangsung. Sedangkan alasan yang didapat dari pihak sekolah masing-masing terkait dengan DO nya anak-anak tersebut lantaran beberapa alasan, antaranya sudah bekerja membantu orang tua kemudian ada pula yang tidak mau lagi sekolah bahkan ada yang sudah menikah.

Sedangkan asal sekolah siswa yang sudah dipastikan tidak lulus tersebut diketahui sebanyak 12 orang dari SMP swasta dan 72 orang dari SMPN yang tersebar di 20 sekolah.

“Kita sayangkan dengan adanya siswa yang sudah DO tersebut, menurut informasi yang kita peroleh dari sekolah masing-masing siswa, pihak sekolah sudah berusaha menghubungi siswa-siswa tersebut, namun sayangnya mereka tetap tidak mau lagi sekolah,”sampai Dedi. (brn)