Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong, Bengkulu, mulai merealisasikan pembangunan Jembatan Bukit Harapan di Kelurahan Kampung Jawa. Pembangunan ditandai dengan kegiatan titik nol yang dilaksanakan pada Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan Pemkab Lebong melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPR-Hub) Kabupaten Lebong bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Pembangunan jembatan menggunakan anggaran sekitar Rp 1,3 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Lebong melalui Dana Alokasi Umum (DAU).

Jembatan beton tersebut direncanakan memiliki panjang 10 meter dan lebar 4,6 meter. Pekerjaan pembangunan mulai dilaksanakan sejak 4 September 2026.

Bupati Lebong H. Azhari mengatakan, pembangunan Jembatan Bukit Harapan merupakan kebutuhan masyarakat. Sebab, kondisi jembatan sebelumnya dinilai sudah tidak layak digunakan.

“Jembatan ini memang sudah layak dibangun. Informasinya, di jembatan yang tidak layak digunakan tersebut sudah ada masyarakat yang menjadi korban kecelakaan,” kata Azhari.

Menurut Azhari, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Lebong dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

Ia berharap pembangunan tersebut dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menunjang mobilitas sehari-hari.

“Semoga ke depan kita bersama-sama membangun Kabupaten Lebong. Jangan bosan-bosan kita bersama membangun Lebong, minimal setara dengan kabupaten lain,” ujarnya.

Azhari juga meminta masyarakat ikut menjaga jembatan setelah pembangunan selesai. Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan di sekitar lokasi.

“Jangan membuang sampah sembarangan. Saya minta masyarakat bersama-sama menjaga jembatan ini agar manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu yang lama,” kata dia.

Azhari menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut sebelumnya telah diusulkan melalui Dinas PUPR-Hub. Setelah usulan diterima dan disetujui, pembangunan Jembatan Bukit Harapan akhirnya dapat direalisasikan pada 2026.

Sementara itu, warga Kelurahan Kampung Jawa menyambut baik pembangunan jembatan tersebut. Warga menilai pembangunan jembatan permanen sudah lama dinantikan.

Sugianto (56), warga RT 3 RW 2 Kelurahan Kampung Jawa, mengatakan masyarakat telah mengharapkan pembangunan jembatan tersebut sejak 2021.

Menurut Sugianto, kondisi jembatan sebelumnya cukup mengkhawatirkan dan menjadi perhatian warga karena digunakan sebagai akses untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

“Sudah sekitar lima tahun kami menunggu. Sejak 2021 masyarakat berharap jembatan ini bisa dibangun permanen karena jembatan yang lama kondisinya sudah tidak layak,” ujar Sugianto.
Ia mengaku bersyukur karena harapan masyarakat akhirnya mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Lebong.

“Terima kasih kepada Pak Bupati Azhari, Pak Wakil Bupati Bambang dan jajaran Dinas PUPR-Hub. Akhirnya jembatan yang kami harapkan sejak 2021 kini mulai dibangun secara permanen,” katanya.

Sugianto berharap pembangunan jembatan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu sehingga bisa segera digunakan masyarakat.