LEBONG — Suara riuh air sungai yang dulu pernah bergema dengan sorak-sorai petualang dari berbagai penjuru dunia, kini hanya terdiam sepi. Tak ada lagi rakit warna-warni yang membelah arus deras, tak ada lagi tawa para wisatawan yang menaklukkan tantangan alam. Inilah kisah Wisata Arum Jeram Kabupaten Lebong — satu destinasi petualangan yang sempat meroket, diakui kehebatannya bahkan oleh wisatawan asing, perlahan menghilang dan terlupakan selama 5 tahun lamanya.
Langkah Awal & Puncak Kejayaan yang Menggema
Kisah kejayaan ini bermula pada tahun 2016, saat arum jeram Lebong mulai resmi diaktifkan dan dibuka untuk umum. Dengan aliran sungai yang alami, berarus deras, dan dikelilingi pemandangan pegunungan yang hijau dan alami, tempat ini langsung menjadi primadona bagi para pencari tantangan.
Arus yang menantang namun tetap aman membuatnya tak hanya disukai wisatawan lokal, tapi juga menarik perhatian para wisatawan asing — para “bule” — yang datang khusus untuk menjelajahinya. Mereka memuji keindahan alam dan kualitas lintasan arum jeram yang setara dengan destinasi kelas dunia. Puncak kejayaan tercapai pada tahun 2020, di mana jumlah pengunjung membludak, nama Lebong mulai dikenal di peta wisata petualangan, dan semangat warga serta pengelola sedang berada di titik tertinggi.
5 Tahun Terlupakan — Saat Arus Berhenti Mengalir
Namun takdir berkata lain. Sejak puncak 2020, gemerlapnya wisata arum jeram itu perlahan meredup, lalu benar-benar terhenti dan terlupakan hingga hari ini — sudah 5 tahun berlalu. Tak ada lagi perawatan rutin, tak ada promosi, dan akses menuju lokasi pun mulai terabaikan.
Air sungai tetap mengalir deras seperti dulu, tapi tak ada lagi yang menyapanya dengan rakit. Pemandangan yang dulu memukau mata para pengunjung kini seakan tersembunyi dalam kesunyian. Bagi warga yang pernah menyaksikan ramainya tempat ini, keheningan itu terasa menyayat — seolah sebuah harta karun yang ditemukan, lalu dibiarkan tertimbun kembali tanpa alasan yang jelas.
Harapan di Balik Kesunyian
Lima tahun berlalu, namun potensi itu tak pernah hilang. Arus sungai tetap sama, alam Lebong tetap mempesona, dan kenangan akan masa kejayaan itu masih hidup di ingatan siapa pun yang pernah merasakannya. Wisata arum jeram ini bukan sekadar tempat rekreasi — ia adalah kebanggaan daerah, peluang ekonomi, dan bukti bahwa alam Lebong menyimpan pesona yang mampu menarik perhatian dunia.
Semoga kisah yang sempat terlupakan ini segera terangkat kembali — agar arus sungai itu kembali dibelah rakit warna-warni, agar sorak-sorai petualang terdengar lagi, dan agar nama Lebong kembali bersinar seperti dulu. Karena kehebatannya belum habis — ia hanya sedang menunggu untuk dihidupkan kembali.
Ditulis oleh: aanadeputra
Tanggal: 13 September 2026







