BENGKULU UTARA – Ketua DPRD Bengkulu Utara, Parmin, S.Ip, dampingi Bupati dan Forkopimda lainya kunjungan kerja dan berkantor di Pulau Enggano selama 4 hari.

Hari pertama berkantor di Pulau Enggano dengan serangkaian agenda padat yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Kehadiran Forkopimda merupakan Komitmen dalam pelaksanaan Inpres Nomor 12 tahun 2025. Kegiatan berkantor di Kecamatan Enggano di mulai di Kantor Desa Banjar Sari. Selasa (15/7/2025).

Mereka berkantor langsung di Kecamatan Enggano untuk memastikan kondisi masyarakat Enggano pascaterisolir selama empat bulan sebagai dampak dari pendangkalan arus laut yang terjadi di Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu.

Ketua DPRD Bengkulu Utara Parmin, S.Ip menjelaskan kunjungan kerjanya bersama Bupati dan Forkopimda dihari kedua di kecamatan Enggano melakukan berbagai kegiatan.

“Saat ini ada program pemerintah pusat membuat kampung nelayan merah putih di Enggano, maka pemerintah daerah dan kami DPRD juga akan mempersiapkan tertuama yang menjadi kewenangan pemerintah daerah,” terangnya.

Selain itu juga dirinya bersama bupati melakukan kegiatan meninjau PLN, stok BBM. peninjauan calon lokasi kampung nelayan merah putih di Desa Kahyapu, kecamatan Enggano.

“Alhamdulillah berberapa kegiatan yang di tinjau insyaallah yang diharapkan masyarakat pulau enggano dengan adanya dana inpres (Instruksi Presiden) kita berdo’a semoga tercapai,” kata Parmin.

Parmin menambahkan harapanya, anak-anak dari pulau Enggano ini bisa mengikuti program beasiswa kuliah gratis dari pemerintah dan nantinya menjadi orang sukses.

“Kita berharap anak-anak mengikuti program beasiswa kuliah gratis dan sukes seperti menjadi kepala dinas, dokter, guru dan pengusaha lahir dari masyarakat pulau Enggano ini,” harapnya.

Sementara itu, Dalam kunjungan ini, Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, SE, M.AP, menyampaikan bahwa pihaknya sudah menerima paparan dari Kepala Desa mengenai kebutuhan akses jalan pertanian yang sangat vital agar lahan sawah tersebut tidak terbengkalai di masa mendatang.

“Alhamdulillah kita bersama Forkopimda telah mendengar paparan Kepala Desa terkait kegiatan cetak sawah seluas 617 hektar, dan dibutuhkan akses jalan usaha tani menuju lokasi cetak sawah sepanjang 6,5 kilo. Maka saya bersama Pak Dandim, Pak Kapolres, Pak Ketua DPRD, mendampingi jajaran desa kita langsung meninjau usulan jalan usaha tani tersebut,” ujar Bupati Arie.

Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, SE, M.AP, juga menyampaikan bahwa Pemkab akan bersurat kepada Gubernur Bengkulu terkait usulan jalan usaha tani tersebut.

“Kita akan menyampaikan surat kepada Pak Gubernur untuk kiranya dapat memenuhi kebutuhan jalan usaha tani, sehingga harapan kita, ketika sawahnya sudah dibuka jangan sampai terbengkalai di masa yang akan datang. Mudah-mudahan dalam minggu ini sudah ada informasi dari Pak Gubernur,” lanjutnya.

Dalam momen yang penuh semangat kebersamaan bersama-sama Forkopimda, Bupati Arie juga turut serta menanam padi bersama para petani di lokasi Cetak sawah Desa Banjar Sari. (Adv)