
REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com– Seorang anak balita bernama Rahmad Aditya Pranoto (4 tahun) diketahui saat ini tengah menderita gizi buruk parah, dimana berat badan sang anak saat ini hanya tinggal 6.5 kg, jauh dibanding anak seusianya yang harusnya memiliki berat badan sekurangnya 15 kg.
Rahmad warga BTN Jala Tari II Kelurahan Talang Rimbo Lama Kecamatan Curup Tengah menderita gizi buruk diketahui sejak usia 1 tahun. Saat itu anak dari Desti Mahadani (25 tahun) itu sempat mendapatkan perawatan di RSUD Curup namun tidak mengalami perubahan signifikan.
Diketahui kemudian sejak Sabtu (26/03/2022) anak malang itu kembali dirawat di RSUD Curup Dua Jalur.
Direktur RSUD Curup dr Rheyco Victoria melalui Kasi Pelayanan Medis Randy S, SKM saat ditemui Senin (28/03/2022), menjelaskan Rahmad saat ini sudah mendapatkan perawatan khusus dan ditempatkan di satu ruangan khusus sendiri.
“Sudah mendapatkan perawatan sejak Sabtu kemarin, saat ini ditempatkan disatu ruangan dilantai atas, kondisinya saat masuk memang memprihatinkan sekali, makanya langsung kita berikan penanganan,”sampai Randy.
Dilanjutkan oleh Randy, petugas medis yang menangani Rahmad saat ini juga tengah melakukan berbagai diagnosa untuk mengetahui dan memastikan apakah sang anak selain menderita gizi buruk parah juga memiliki riwayat sakit yang lain.
Hal tersebut penting dilakukan untuk mengetahui kondisi sang anak dan juga penentuan langkah penanganan.”Saat ini dokter anak sedang melakukan penanganan secara khusus, kemudian melakukan diagnosa guna mendapatkan kepastian apakah anak ini memiliki penyakit yang lain atau tidak, sehingga penanganannya bisa lebih tepat lagi,”ujar Randy.
Disinggung mengenai biaya perawatan selama sang anak berada di RSUD Curup, Randy menyatakan pihaknya menggratiskan biaya pengobatan terhadap Rahmad mengingat sang anak berasal dari keluarga tidak mampu.
Bahkan menurut keterangan Randy, pihaknya juga menanggung biaya makan keluarga yang menunggu sang pasien selama dirawat di RSUD Curup. “Kita tahu dia ini berasal dari keluarga tidak mampu, kami tidak membebankan biaya terhadap sang anak ini, tidak hanya itu untuk keluarga yang menunggu dan menjaganya selama dirawat ini, juga biaya makannya kami tanggung, kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial, Dinas Kesehatan terkait penanganan sang anak ini,”jelas Randy. (brn)






