Asusila Berujung Damai, Eks Lurah Didenda Rp 50 Juta

SELUMA, sahabatrakyat.com- Setelah empat kali proses mediasi secara adat, kasus asusila eks Lurah Padang Rambun, Kecamatan Seluma Selatan, Seluma berinisial S akhirnya disepakati tuntas. Selain harus melepaskan jabatan, S juga menyanggupi tuntutan denda Rp 50 juta yang diajukan.

Camat Seluma Selatan Irzan Hendarsyah kepada sahabatrakyat.com mengatakan denda Rp 50 juta itu akan digunakan untuk prosesi cuci kampung dan sebagai tanda perdamaian kepada lima warga yang menjadi korban.

“Jadi sesuai dengan janji Pak S yang akan memenuhi tuntutan pada tanggal 10, pada hari ini tanggal 9 sudah dipenuhinya,” ujar Camat Izar yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (9/4/2021) siang.

Izar menjelaskan, S menyanggupi dua point yang disepakati dalam rapat adat. Pertama mundur sebagai Lurah; dan kedua adalah membayar denda adat Rp 50 juta.

Uang denda itu, kata Izar, masing-masing Rp 25 juta sebagai sangu kepada korban. Sedang sisanya untuk pelaksanaan prosesi cuci kampung yang dijadwalkan pada hari Minggu, 11 April 2021 di Kantor Kelurahan setempat.

Muktar Aziz, Ketua Lembaga Musyawarah Adat Kelurahan Padang Rambun mengatakan besaran uang yang disepakati itu sesuai dengan permintaan lima korban dan masyarakat setempat. “Jadi bukan tuntutan BMA,” tekan Ajis.

Penyerahan dan penandatangan berita acara perdamaian, kata Aziz, dilaksanakan di Kantor Camat sekitar pukul 10.30 WIB. Camat dan Ketua Lembaga Adat menjadi saksi dengan S sebagai pihak pertama dan lima warga lainnya sebagai pihak kedua.

“Jadi tidak ada masalah lagi,” ucapnya usai mediasi yang dihadiri eks Lurah dan warga korban.

Di sisi lain, jika mengacu ke Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2004 tentang Pemberlakuan Hukum Adat Suber Cayo Pasal 43 perihal cepalo tangan atau mena gawe tangan, mulut, dan mato, maka akan dikenakan denda adat tejambar nasi kunyit dan dikenakan denda berupa mata uang senilai Rp400 ribu.

Sedangkan mena gawe atau zina besar pasal 45, dikenakan sangsi adat tejambar nasi kunyit dan mata uang sebesar Rp 500 ribu. Berlaku untuk bujang gadis.

Sedangkan kalau mena gawe atau zina kepada istri/suami orang maka akan dikenakan denda adat tejambar palak kambing dan basua/cuci kampung, dikenakan sanksi mata uang sebesar Rp 5 juta dan yang bersangkutan diusir dari tempat kejadian melakukan perzinaan tersebut.

Sementara sanksi yang dijatuhkan oleh Lembaga Musyawarah Adat Kelurahan Padang Rambun adalah senilai Rp 50 juta.


Pewarta: Sukardianto