Beli Bibit Sawit ‘Palsu’ Pakai Dana Desa, Belasan Desa di Seluma Bakal Diaudit

Sejumlah desa di Kabupaten Seluma membeli bibit kepalap sawit dari dana desa. Namun bibit yang dibeli diduga palsu/Foto: Ist

BENGKULU, sahabatrakyat.com– Direktorat Reskrimsus Polda Bengkulu mengungkap dugaan tindak pidana korupsi dengan modus pengedaran benih kelapa sawit dan tidak sesuai dengan standar mutu dan tidak bersertifikat yang melibatkan Dana Desa. Pelaku berinisial HH (39 tahun) dan istrinya berinisial IS (34 tahun), warga Riau, serta MS (44 tahun) warga Kabupaten Seluma.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno, S.Sos., M.H., bersama Dirreskrimsus Kombes Pol Aris Andi saat Press Conference Selasa (19/10/2021) di Gedung Ditreskrimsus Polda Bengkulu.

Kombes Pol Aris Andi, S.Ik., M.H., menjelaskan ketiga tersangka berhasil ditangkap setelah ditemukan adanya kegiatan peremajaan kelapa sawit di beberapa desa di Kabupaten Seluma. Lalu akan ada distributor bibit yang akan menjual langsung kepada desa–desa yang ada di salah satu kecamatan di Kabupaten Seluma.

“Dari informasi itu, kita tangkap satu tersangka MS berikut barang bukti berupa beberapa kecambah kelapa sawit dengan merk PPKS. Setelah komunikasi dengan perwakilan PPKS yang ada di Provinsi Bengkulu dan dinyatakan bahwa bibit yang disebarkan benar–benar palsu,” ungkap Aris Andi.

Dijelaskannya, setelah menangkap tersangka MS, personil kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap dua tersangka lainnya berinsial HH dan IS, warga Provinsi Riau di salah satu hotel yang ada di Kota Bengkulu pada tanggal 4 Oktober 2021.

“Tersangka MS kita tangkap 3 hari sebelumnya yakni tanggal 01 Oktober 2021,” kata Aris.

Aris menambahkan, pembelian bibit sawit yang dilakukan beberapa desa menggunakan dana desa. Setelah diperiksa ditemukan adanya selisih harga yang cukup signifikan, sehingga muncul dugaan tindak pidana korupsi dalam pembelian bibit sawit ini.

“Kami juga sudah melakukan komunikasi dengan Inspektorat Kabupaten Seluma agar nanti dapat dilakukan audit oleh inspektorat terkait pembelian bibit sawit ini,” tambah Aris.

Bersama ketiga tersangka polisi uga berhasil menyita barang bukti berupa 20.050 butir kecambah kelapa sawit, 1 bundel dokumen penjualan kecambah kelapa sawit, 1 buah cap bertuliskan Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan.

Lalu, satu bundel bukti pembelian butir kecambah kelapa sawit dari kepala desa, serta alat dan bahan dalam memproduksi kecambah kelapa sawit, 1 unit mobil Daihatsu xenia, 5 unit HP, 1 unit motor Honda beat, 1 kotak penyimpanan butir kelapa sawit. (**)