Tenaga kesehatan di Bengkulu Utara yang menggelar aksi unjuk rasa, Senin (10/10/2022) di DPRD BU
Tenaga kesehatan di Bengkulu Utara yang menggelar aksi unjuk rasa, Senin (10/10/2022) di DPRD BU

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- Aksi unjuk rasa tenaga kesehatan dan pendidikan menuntut Pemkab Bengkulu Utara agar menganggarkan pengadaan P3K dan PNS di tahun ini rupanya membuat gerah pihak tertentu.

Terbukti, usai menggelar aksi dan menyampaikan aspirasi kepada DPRD BU, Senin (10/10/2022), salah seorang pengunjuk rasa yakni Yosianti mengaku mendapat intervensi dari seorang oknum pejabat di Dinas Kesehatan BU.

Yosianti yang bekerja di Puskesmas Perawatan Lubuk Durian, menyampaikan dirinya mendapatkan intimidasi lewat telepon.

“Saya akui, memang ada saya ditelpon malam tadi. Katanya siapa yang koordinator? Saya tidak pernah mengajak siapa pun, hati nurani kami yang menggerakkan sehingga hari ini kami demo untuk memperjuangkan hak kami melalui DPRD,” terangnya.

“Dewan Perwakilan Rakyat wakil kami, DPRD yang kami pilih ini wakil-wakil kami jadi kalau ada intimidasi dari siapa pun, saya dengan gaji 600 ribu, kalau saya harus di blacklist dari dinas kesehatan saya siap,” tegas Yosianti.

Terkait orang yang menghubungi dan mengintervensi, Yosianti mengatakan orang itu mengaku dari Dinas Kesehatan. “Saya tidak mengetahui jelas siapa namanya, dia mengaku dari Dinas Kesehatan,” tandasnya. (MS. Firman)