Bupati dan Wabup Seluma Tinjau Tanah Longsor dan Jembatan Putus

Bupati dan Wabup Seluma serta unsur Forkopominda Seluma saat meninjau sejumlah titik bencana/Foto:sahabatrakyat.com-anto

SELUMA, sahabatrakyat.com– Hujan deras yang menguyur Kabupaten Seluma, Selasa (13/7/2021) memicu bencana di sejumlah titik. Ada jalan putus, tanah longsor dan banjir.

Di Desa Arang Sapat Cawang Kecamatan lubuk Sandi hujan memicu kerusakan jalan yang terputus total akibat longsor. Curah hujan yang tinggi membuat arus sungai melaup dan mengikis badan jalan hingga longsor.

Mendapat laporan dari warga bahwa jalan penghubung antar desa terputus total Bupati Seluma Erwin Octavian, S.E. dan Wakil Bupati Seluma Drs. Gustianto langsung meninjau lokasi.

Tak hanya di satu titik, rombongan juga mendatangi lokasi tanah longsor di Desa Napal Jungur sekaligus meninjau jembatan putus di Desa Dusun Tengah yang menghubung kan ke Desa Arang Sapat Cawang, dan banjir di Kecamatan Lubuk Sandi serta banjir di Desa Padang Pelasan Kecamatan Air Periukan.

Dalam kesempatan itu Bupati menargetkan pembersihan jalan yang tertimbun longsor selesai hari itu juga dengan mengerahkan dua alat berat yang sudah bekerja di lokasi.

“Untuk jembatan putus akan segera dibangun jembatan darurat sebagai penghubung akses warga antar desa”, ujar Bupati yang tampak didampingi Kapolres Seluma, Dandim 0425 Seluma, Kepala BPBD, Kadis PUPR dan Ketua DPRD Kabupaten Seluma.

Camat Lubuk Sandi Wanharuddin menyampaikan bahwa Senin malam tanggal 12 Juli 2021 telah terjadi bencana alam berupa jembatan putus penghubung Desa Dusun Tengah ke Desa Arang Sapat dan tanah longsor antara Desa Napal Jungur ke Desa Dusun Tengah serta terjadi banjir di Desa Sakaian di wilayah kecamatan Lubuk Sandi.

Camat Air Periukan Sukran Efendi menyampaikan hujan deras yang terjadi di wilayahnya mengakibatkan Kantor Desa, Balai Desa dan 15 unit rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 2,25 meter di Desa Padang Pelasan. “Saat ini air sudah mulai surut dan tidak ada korban jiwa”, ujar Sukran.


Pewarta: Sukarianto