Dari Lapas Mengaku Polisi, Dua Napi Tipu Warga Bengkulu Rp 255 Juta

Dua ttersangka penipuan dari Lapas yang behasil diungkap Polda Bengkulu

BENGKULU, sahabatrakyat.com- Penjara rupanya tak membuat jera dua pria ini. Sama-sama menjadi narapidana kasus Narkoba, mereka malah menjadi otak penipuan yang menyasar korban lintas wilayah.

Dari Lapas Kelas IIB Padang Sidempuan, Sumatera Utara, mereka sepertinya leluasa menjalankan tindak pidana penipuan dengan identitas palsu bahkan mengaku anggota Polri.

 Salah seorang korban bahkan warga di Kota Bengkulu berinisial ES (43). ES yang tinggal di Kecamatan Teluk Segara sudah kena tipu Rp 255 juta.

ES yang menyadari dirinya menjadi korban akhirnya melapor ke Polda Bengkulu sehingga polisi pun sukses membongkar kedok para pelaku.

Kedua napi sudah diringkus oleh Subdit II Harda Bantah Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bengkulu.

Penangkapan terhadap kedua tersangka yakni Anas dan Iwan dilakukan di Lapas Padang Sidempuan, Provinsi Sumatera Utara karena masih berstatus narapidana.

Kasubdit Harda Bangtah Direskrimum Polda Bengkulu, AKBP Edi Sujatmiko menuturkan penangkapan kedua tersangka dilakukan setelah tim melakukan koordinasi dengan Polres Pelabuhan Belawan.

Kedua tersangka ditangkap di Lapas Padang Sidempuan Sumatera Utara dikarenakan kedua tersangka sedang menjalani hukuman di lapas dalam kasus narkoba, masing – masing dengan vonis 9 tahun dan 8 tahun 3 bulan.

Diceritakan AKBP Edi Sujatmiko, kejadian ini bermula pada saat salah satu tersangka menghubungi korban ES yang tak lain merupakan warga Kota Bengkulu dengan modus operandi mengaku sebagai keluarga dari korban atas nama Anggi yang bekerja sebagai anggota Polri di Provinsi Sumatera Barat.

Setelah melakukan percakapan via telepon, tersangka kemudian menawarkan jual beli mobil lelang dengan harga murah kepada korban.

Kemudian tersangka mengirimkan foto mobil beserta harga mobil kepada korban sehingga korban tertarik untuk membeli mobil tersebut.

“Oleh korban ditransfer uang sebanyak 2 kali kepada IL yang merupakan rekan tersangka yang berperan sebagai rekening penampung sebesar Rp. 110.000.000,” sambungnya.

Uang tersebut ditransfer ES untuk pembelian dua unit mobil dengan jenis Toyota Avanza dan Toyota Agya. Lalu tidak lama kemudian, ES kembali melakukan pembayaran ke rekening IL sebesar Rp. 145.000.000 untuk pembelian 1 unit mobil Toyota Rush.

Sehingga total uang yang telah ditransfer oleh korban kepada tersangka sebesar Rp. 255.000.000 juta.

“Untuk pasal yang sangkakan terhadap tersangka yaitu Pasal 378 KUHPidana,” jelas AKBP Edi Sujatmiko.

Lebih lanjut Edi mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan orang yang menawarkan sesuatu di media sosial. Apalagi kalau harganya sangat mudah.

“Masyarakat agar lebih waspada dengan tawaran jual beli di media sosial. Apalagi dengan harga yang mudah karena itu berpotensi menimbulkan suatu tindakan pidana, ” katanya.


Sumber: RRI  Bengkulu