Gauli Pacar Di Bawah Umur, Sebar Video Asusila di Medsos Setelah Diputusin, Karyawan Showroom Masuk Bui

Tersangka YO saat diperiksa penyidik PPA/Foto: Ist

KOTA BENGKULU, sahabatrakyat.com– Seorang pemuda di Kota Bengkulu berinisial YO harus mendekam dalam bui. Ia dijemput polisi setelah dilaporkan atas kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur oleh orang tua korban.

Korban YO tak lain adalah pacarnya sendiri. Mereka sempat menjalin asmara sebelum korban memutuskan hubungan. Namun keputusannya tak diterima pelaku dan malah menyebarkan adegan hubungan terlarang saat masih pacaran di akun media sosial korban.

Korban yang masih pelajar pun menerima akibatnya. Setelah video asusila itu meluas, ia pun dikeluarkan dari sekolah sampai akhirnya diketahui orang tua.

“Ya mereka ini pacaran, memang dilakukan suka-sama suka, tapi korban kan masih anak-anak,” tegas Kanit PPA Subdit Renakta Reskrimum Polda Bengkulu AKP. Nurul Huda terkait penangkapan YO.

Ditambahkan Nurul, tersangka Y-O dibekuk di tempat kerjanya di salah satu showroom mobil di Kota Bengkulu pad Rabu (21/10/2020) sore.

Kasus ini dilaporkan orang tua korban yang mengetahui pesetubuhan korban dan pelaku tersebut setelah korban dikeluarkan dari sekolah.

Terkuaknya kasus asusila ini karena tersangka sendiri yang mengunggah vodeo keduanya sedang melakukan hubungan badan ke media sosial instagram milik korban, yang akunnya dikuasai tersangka.

“Tersangka ini mengunggah video asusila ke media sosial instagram milik korban, yang akunnya dikuasi tersangka. Tersangka tidak terima korban mengajak putus dan mengancam akan menyebar video itu jika diputus, ternyata memang disebarnya, tapi sekarang sudah dihapus,” jelas AKP Nurul Huda di ruang kerjanya, Kamis (22/10/2020) siang.

Atas perbuatannya ini, tersangka YO dijerat dengan Pasal 81 ayat 1 dan 2 Junto pasal 76D dan pasal 82 ayat 1 Junto pasal 76E Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 5 (lima) tahun hingga 15 (lima belas) tahun penjara.


Pewarta: Jean Freire