Aksi kader PMKRI Bengkulu memperingati Hari Perempuan Internasional di Bengkulu/Foto: Istimewa

BENGKULU, sahabatrakyat.com- Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret adalah salah satu perjuangan para kaum perempuan yang menjadi buruh di pabrik garmen di New York untuk menuntut keadilan berpendapat dan berpolitik yang hingga saat ini terus diperingati.

PMKRI Bengkulu sebagai organisasi pergerakan yang berpihak dan terlibat pada kaum tertindas ikut serta merefleksikan hari perempuan internasional dengan melakukan sejumlah kegiatan: diskusi, nonton bareng, dan sebar bunga dan quotes di gereja dan Simpang Lima.

Adapun refleksi PMKRI Bengkulu dalam peringatan Hari Perempuan Internasional 2020 ini adalah:
1. Angka kekerasan kepada perempuan di Bengkulu masih sangat tinggi;
2. Tidak ada upaya pencegahan yang serius dari pemerintah;
3. Penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan masih sangat minim; dan
4. Perlunya penanganan secara serius dari pemerintah baik pencegahan, penyelesaian dan pengobatan kasus kekerasan terhadap perempuan dengan melibatkan elemen-elemen yang memperjuangkan penghapusan kekerasan terhadap perempuan.

Ketua Presidium PMKRI Bengkulu Surya Sidabutar mengatakan, dari data yang telah dirilis oleh Yayasan PUPA Bengkulu, angka kekerasan terhadap perempuan cenderung terus meningkat setiap tahunnya.

“Di tahun 2017 tercatat 15 kasus. Lalu pada tahun 2018 terdapat 21 kasus dan di tahun 2019 terdapat 24 kasus. Hal ini menunjukkan betapa miris dan menyedihkannya kasus kekerasan terhadap perempuan di Bengkulu ini,” ujar Surya.

Ditambahkan Putri Ayu Pandiangan, Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Bengkulu yang juga inisiator kegiatan, berharap perayaan Hari Perempuan Internasional tak sekedar seremonial saja.

“Tetapi mampu menumbuhkan kesadaran bagi seluruh masyarakat Bengkulu untuk menempatkan laki-laki dan perempuan setara dan berjuang bersama-sama dalam menghapuskan kekerasan terhadap perempuan khusunya di Bengkulu,” tegasnya. (rls)


Editor: Jean Freire