Kasus Narkoba Selama Pandemi, Pelaku Transaksi Via Online

Tujuh tersangka dalam enam kasus pidana yang diungkap Polres Bengkulu/Foto: rri.co.id

BENGKULU, sahabatrakyat.com: Selama masa pandemi Covid-19 ini kasus penyalahgunaan Narkoba di Kota Bengkulu masih saja berlangsung. Hanya saja, jika biasanya pelaku melakukan transaksi secara langsung, kini mereka sudah lebih banyak bertransaksi secara online.

“Untuk kegiatan transaksi, ada yang transfer, ada yang langsung. Namun selama pandemi ini lebih banyak yang transfer. Tapi dari beberapa kasus yang kita tangani masih ada juga yang langsung karena mungkin mereka sudah saling percaya,” ujar Kapolres Bengkulu AKBP Pahala Simanjuntak didampingi Kasat Narkoba IPTU Samson Sosa Hutapea, Senin (09/11/2020).

Sebelumnya, Polres Bengkulu merilis pengungkapan enam perkara pidana selama kurun tiga hari terakhir. Di antaranya adalah kasus penyalahgunaan Narkoba, baik jenis ganja maupun shabu dan kasus pencurian dengan pemberatan atau curat, serta pencabulan.

Dari enam kasus itu, polisi sudah menetapkan tujuh tersangka. Mereka adalah RA (26), AH (27), AT (19), RS (36), RL (37), HA (42) serta TS (46).

Khusus dari kasus Narkoba, barang bukti yang berhasil disita polisi adalah berupa ganja 137,75 gram dan shabu 74,78 gram.

“Tersangkanya ada di hadapan rekan-rekan,” imbuh Pahala.

Pahala menambahkan, untuk kasus ganja tersebut pihaknya menerapkan pasal 114 ayat (1) dan/atau pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkoba.

“Dan untuk kasus ganja kita terapkan pasal 114 ayat (1) dan/atau pasal 111 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkoba terkait masalah kepemilikan dan pengguna ganja,” tambah Kapolres.

Pahala menandaskan, berdasar hasil pendalaman dari para tersangka itu pihaknya belum menemukan indikasi atau informasi tentang keterlibatan pelaku dari Lapas.

“Yang pasti dari tujuh orang ini, ada pemain lama, ada juga pemain baru,” tutup Pahala.


Sumber: RRI Bengkulu (rri.co.id)