
REJANG LEBONG,sahabatrakyat.com- Kabupaten Rejang Lebong merupakan salah satu daerah yang sangat potensial di Propinsi Bengkulu dalam hal peningkatan kesehteraan petani. Apalagi diketahui Kabupaten Rejang Lebong adalah dataran tinggi yang subur yang sebagian luas wilayahnya adalah wilayah yang masyarakatnya adalah petani bukan satu jenis komoditas. Selain tanaman kopi yang terkenal, Rejang Lebong juga adalah penghasil sayur-sayuran, beras hingga karet dan sawit.
Seperti halnya hari Senin (8/3/2021) Bupati Rejang Lebong bersama sejumlah pejabat di wilayah tersebut melangsungkan panen raya bawang merah milik masyarakat di wilayah Desa Belitar Seberang Kecamatan Sindang Kelingi.
Tak tanggung-tanggung, tanaman bawang merah dari jenis bibit Batu Ijo bantuan Kementrian Pertanian yang dipanen tersebut ada di lahan seluas 15 hektar yang kesemuanya adalah milik masyarakat setempat. Bawang yang dihasilkanpun tidak kalah dengan bawang daerah pulau Jawa, bahkan hasil panen tersebut sudah langsung ada yang siap membeli dari petani.
Bupati Rejang Lebong Syamsul Efendi usai pelaksanaan panen raya menjelaskan kepada wartawan jika daerah Rejang Lebong adalah daerah yang sangat potensi untuk menjadi wilayah penghasil tanaman bawang merah khususnya di wilayah Lembak seperti Kecamatan Sindang Kelingi.
“Hari ini kita bersama 10 kelompok tani melakukan panen bawang dilahan seluas 15 hektar yang ada di wilayah Desa Belitar Seberang Kecamatan Sidang Kelingi. Alhamdulillah hasilnya maksimal. Ini menandakan wilayah di sini sangat potensial untuk menjadi wilayah pengembangan tanaman bawang merah,” jelas Syamsul.

Hanya saja, lanjut Syamsul, daerah yang sangat potensial ini terkendala dengan masalah bibit yang sulit didapat lantaran harga yang tinggi. Sehingga diharapkan ada dana-dana pusat yang mengucur ke daerah untuk mendorong pengembangan tanaman bawang merah di wilayah yang dipimpinnya itu.
“Kalau kondisi daerah tidak perlu diragukan lagi, hari ini sudah terjawab, hanya saja kendala kita itu ada bibit yang agak sulit didapat lantaran harganya tinggi dan tentu ini menyulitkan para petani kita, maka harus ada dorongan dari pemerintah pusat juga, ternasuk investor yang berminat menanamkan investasinya di Rejang Lebong,” sampai Syamsul.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Rejang Lebong Suherman menjelaskan bawang merah yang dipanen hari ini adalah bawang merah bibit Batu Hijo yang ditanam oleh petani yang tergabung dalam 10kelompok tani di wilayah Kecamatan Sindang Kelingi. Dengan perbandingan 1 hektar lahan 1,5 ton bibit dengan banding hasil 1 banding 10.
Kondisi tersebut menurut Suherman menandakan wilayah tersebut adalah wilayah yang sangat cocok untuk menjadi wilayah pengembangan tanaman bawang merah. “Kami akan menyampaikan hasil uji potensi tanaman bawang merah di wilayah Rejang Lebong kepada kementrian pertanian melalui Dirjen Holtikultura bahwa hasil ujinya sangat cocok untuk terus dikembangkan, banding hasilnya itu 1 bading 10 per hektarnya,” ujar Suherman. (brn)






