Kota Bengkulu – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu bersama salah satu ritel modern dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyalurkan bantuan telur untuk 100 anak dari keluarga berisiko stunting dalam memperingati Hari Anak Nasional.
Pada kegiatan tersebut, pemerintah juga menggelar kegiatan edukasi kesehatan sekaligus penyaluran bantuan bagi keluarga berisiko stunting di wilayah Kota Bengkulu.
“Kegiatan ini merupakan peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam melindungi anak, termasuk melalui upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini sejalan dengan semangat mewujudkan generasi emas Indonesia 2045, di mana seluruh anak diharapkan dapat tumbuh sehat, cerdas, dan terbebas dari stunting,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu, Rosminiarty di Bengkulu, Kamis.
Hal tersebut dilakukan sebab, saat ini terdapat 42 anak di Kota Bengkulu yang mengalami stunting dan 10 ribu anak risiko stunting.
Ia berharap agar kasus stunting di Kota Bengkulu mengalami penurunan secara optimal dengan bekerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat agar seluruh anak dapat memperoleh hak atas gizi, kesehatan, dan tumbuh kembang yang berkualitas.
Untuk bantuan yang disalurkan berupa satu butir telur setiap hari selama enam bulan kepada keluarga risiko stunting atau KRS, sebagai upaya meningkatkan pemenuhan gizi anak dan mencegah terjadinya stunting.
Di sisi lain, Humas ritel modern Rendra Yudha menerangkan bahwa program tersebut merupakan bentuk kepedulian dunia usaha terhadap kesehatan dan masa depan anak-anak di Kota Bengkulu, sebab asupan protein yang cukup sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak sejak dini.
”Adapun bantuan yang diberikan berupa satu butir telur per hari untuk 100 anak keluarga berisiko stunting selama enam bulan. Semoga ini bisa bermanfaat dalam upaya membantu pemerintah mencegah stunting dan Indonesia bebas stunting pada 2045 mendatang,” kata dia. (**)






