Polisi Serahkan Motor Korban Begal di Rejang Lebong

Direktur Reskrimum Polda Bengkulu Kombes Pol Tedy Suhendyawan Syarif, S.Ik, telah menyerahkan barang bukti (BB) sepeda motor yang merupakan hasil pengungkapan aksi begal di Kabupaten Rejang Lebong itu kepada korban bernama Astang Hamadi ( 28 tahun) warga Desa Pal 7 Kecamatan Bermani Ulu Kabupaten RL (RL) untuk dipinjam pakaikan, Rabu (14/10/2020).

BENGKULU, sahabatrakyat.com– Satu unit sepeda motor yang dirampas pelaku begal di wilayah hukum Polres Rejang Lebong beberapa waktu lalu dan viral di media akhirnya ditemukan dengan tertangkapnya pelaku begal.

Secara simbolis Direktur Reskrimum Polda Bengkulu Kombes Pol Tedy Suhendyawan Syarif, S.Ik, telah menyerahkan barang bukti (BB) sepeda motor yang merupakan hasil pengungkapan aksi begal di Kabupaten Rejang Lebong itu kepada korban bernama Astang Hamadi ( 28 tahun) warga Desa Pal 7 Kecamatan Bermani Ulu Kabupaten RL (RL) untuk dipinjam pakaikan, Rabu (14/10/2020).

Sepeda motor yang dipinjam-pakaikan dan juga milik korban itu diserahkan saat Press Release di Mapolda Bengkulu, yakni merk Honda jenis Supra-X 125 dengan nomor polisi BD 3023 KQ.

Kepada wartawan, Astang mengaku tidak menyangka bahwa sepeda motornya yang hilang dirampas sekitar 4 bulan lalu, kini kembali lagi ke tangannya.

”Terima kasih banyak kepada pihak Polda Bengkulu yang telah berhasil menangkap pelaku,” ujar Astang.

Sementara itu, Kombes Pol Tedy Suhendyawan Syarif, S. IK, memberitahukan bagi masyarakat yang kehilangan kendaraan bermotor silakan mengecek di Mapolda Bengkulu. Namun kendaraan bisa diambil setelah persidangan. Sedangkan untuk barang bukti lainnya masih diamankan di Mapolda Bengkulu.

“Karena proses ini masih berjalan sampai ke Pengadilan jadi kendaraan milik korban dipinjam pakaikan dulu kepada korban nanti setelah proses sidang akan sepenuhnya dikembalikan ke korban,” kata Tedy.

Tedy menambahkan, penyerahan kendaraan kepada korban adalah sebagai bentuk pelayanan pihak kepolisian terhadap masyarakat khususnya masyarakat Provinsi Bengkulu.


Pewarta: Jean Freire