
REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com– Kabupaten Rejang Lebong (RL) dibawah kepemimpinan Bupati Syamsul Effendi dan Wabup Hendra Wahyudiansyah tengah berjuang mewujudukan Rejang Lebong menjadi Kabupaten/Kota Sehat (KKS) dengan predikat Swasti Saba Wistara di tahun 2023 mendatang.
Target meraih penghargaan Swasti Saba Wistara itu bukanlah hal mustahil. Pasalnya, berdasar data di Dinas Kesehatan RL, kabupaten ini sudah berulangkali ikut serta dalam program KKS dan meraih penghargaan. Dimulai pada tahun 2007 dengan Swasti Saba Padapa, lalu tahun 2009, tahun 2011, 2013, 2015 mendapatkan Swasti Saba Wiwerda, kemudian di tahun 2017 tidak lolos verifikasi administrasi, dan 2019 dengan capaian Swasti Saba Wiwerda.
“Kita sudah berulang kali ikut serta dalam program KKS mulai dari tahun 2007 lalu sampai tahun 2019. Di tahun 2017 kita ikut tapi tidak lolos verifikasi administrasi. Tahun 2021 tidak ikut serta karena pandemi Covid-19 dan tahun 2022 ini kita ikut serta penilaian untuk Swasti Saba Wistara, itu target kita,” terang Kadis Kesehatan RL Syafawi.
Dilanjutkan Syafawi untuk menuju penilaian KKS tersebut, di tahun 2022 ini pihaknya tengah melaksanakan sejumlah persiapan. Di antaranya membentuk Forum Kabupaten Sehat (FKS) mulai dari tingkat kabupaten hingga ke desa/ kelurahan; melakukan rapat koordinasi persiapan penilaian lintas sektor; serta persiapan-persiapan lain meski dengan anggaran yang sangat terbatas yakni Rp 30 juta.
“Persiapan mewujudkan RL Kabupaten Sehat bukan menjadi tanggungjawab mutlak dinas kesehatan, namun harus menjadi tanggungjawab semua lintas sektor termasuk dukungan anggaran, makanya kita laksanakan rapat koordinasi lintas sektor persiapan penilaian KKS tahun 2023,” ujar Syafawi.
Sementara itu Bupati RL Syamsul Effendi usai menghadiri rapat koordinasi FKS dan Forum Germas RL menjelang pelaksanaan penilaian KKS tahun 2023 mengatakan, kehadirannya bersama Forkopimda dalam rapat tersebut tak lain adalah untuk memastikan beberapa hal.
Di antaranya: terbentuknya tim kabupaten sehat, memastikan keterlibatan OPD terkait mulai dari tingkat atas hingga bawah, memastikan indikator, kriteria-kriteria penilaian kabupaten sehat yang harus terpenuhi mengingat saat ini sudah ada sejumlah perubahan dalam proses penilaian.
“Meski ada sejumlah perubahan, kemudian butuh persiapan ekstra, namun kami yakin dengan dukungan semua pihak, semua OPD terlibat aktif, termasuk DPRD memberikan dukungan anggaran, dengan waktu yang agak relatif panjang, InsyaAllah bisa kita penuhi,” sampai Syamsul.
Karena itu Syamsul meminta agar semua pihak benar-benar dapat memberikan dukungan dan berperan sesuai dengan perannya masing-masing, terutama OPD yang terlibat. Pasalnya mewujudkan Rejang Lebong menjadi kabupaten sehat tidak bisa hanya dilakukan oleh satu OPD atau pihak saja, namun harus mendapatkan dukungan semua pihak.

Syamsul juga menegaskan dirinya tidak mau capaian kabupaten sehat termasuk penghargaan yang diraih dengan akal-akalan, namun harus sesuai dengan fakta sesungguhnya. Sebab bukan target penghargaan yang utama, namun menjadikan masyarakat dan kabupaten RL benar-benar sehat itulah yang terpenting.
“Saya tadi sampaikan semua harus terlibat, ini bukan tanggungjawab satu OPD saja, namun semua harus terlibat dan menjalankan perannya maisng-masing, saya juga tidak mau semua dilakukan dengan akal-akalan, lakukan dengan sesuai kondisi agar kita bisa mengetahui dimana kekurangan kita hingga bisa diperbaiki, bukan penghargaan yang utama diraih, namun menjadi Rejang Lebong dan masyarakatnya ini benar-benar sehat itu yang terpenting,” tegas Syamsul.
DPRD Dukung Anggaran
Terkait minimnya anggaran yang dimiliki sebagai dorongan pencapaian terwujudnya Rejang Lebong Kabupaten Sehat yang hanya Rp 30 juta, Ketua DPRD RL Mahdi Husen menyatakan jika pihaknya akan mendorong penambahan penganggaran dalam APBD Perubahan tahun 2022.
“Kita upayakan penganggarannya di APBD P 2022 ini, karena kegiatannya terus berjalan, kalau menunggu di APBD tahun 2023 kita khawatir penilaian KKS itu sudah berakhir,” ujar Mahdi.
Selain itu, politisi Golkar ini juga meminta agar apa yang sudah ditargetkan menjadikan Rejang Lebong Kabupaten Sehat benar-benar dilaksanakan. Bukan hanya seremonial saja.
Ia menegaskan, semua pihak, semua OPD, harus benar-benar dilibatkan dan terlibat. Ia menyebut DPRD siap mendukung dalam mensukseskan program yang sudah menjadi visi-misi daerah.
Berdasar pantauan, dalam rapat koordinasi persiapan penilaian KKS tagun 2023 yang dilaksanakan di ruang pola Pemkab RL, Selasa (14 Juni 2022) hadir selain Bupati, Kapolres RL, Kajari RL, Ketua DPRD RL, serta Forkopimda lainnya, rapat koordinasi diikuti pula oleh sejumlah OPD, TP PKK, Dharmawanita, GOW serta 15 Camat di daerah tersebut. (brn)






