LEBONG – Pemerintah Desa Tangua, Kecamatan Uram Jaya, memprioritaskan pembangunan infrastruktur desa pada tahun anggaran 2026. Berbagai program fisik direalisasikan guna meningkatkan kualitas lingkungan dan mendukung aktivitas masyarakat, mulai dari pembangunan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL), rehabilitasi Jalan Usaha Tani (JUT), pembangunan JUT baru, hingga pembangunan plat duiker.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Tangua, Ema Susanti, Amd.Keb, menjelaskan, pada tahap I pemerintah desa telah membangun SPAL sepanjang 100 meter dengan lebar bervariasi antara 40 hingga 60 sentimeter. Pekerjaan tersebut menelan anggaran sekitar Rp30 juta dan tersebar di tiga dusun, yakni Dusun I, Dusun II, dan Dusun III.
Menurut Ema, pembangunan SPAL dilakukan sebagai upaya mengatasi persoalan genangan air yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat, terutama saat curah hujan tinggi.
“Pembangunan SPAL ini bertujuan untuk memperlancar aliran air dan mengatasi genangan yang sering terjadi di lingkungan warga. Sebelumnya, saat curah hujan tinggi, air sering tergenang karena belum tersedia saluran pembuangan yang memadai,” ujar Ema saat ditemui di kantornya, Sabtu (30/5/2026).
Selain pembangunan tahap I, Pemerintah Desa Tangua juga telah mengalokasikan sejumlah kegiatan fisik pada tahap II. Program tersebut meliputi rehabilitasi Jalan Usaha Tani (JUT), pembangunan JUT baru, serta pembangunan plat duiker yang berlokasi di Dusun II dan Dusun III.
Ema menjelaskan, rehabilitasi JUT memiliki panjang sekitar 152 meter dengan lebar 1,5 meter. Sementara pembangunan JUT baru memiliki panjang sekitar 77 meter dengan lebar yang sama, yakni 1,5 meter.
“Untuk kegiatan tahap II, yaitu rehabilitasi JUT, pembangunan JUT baru, dan plat duiker, total anggaran yang terserap kurang lebih mencapai Rp200 juta,” jelasnya.
Ia menegaskan, seluruh program pembangunan yang dilaksanakan tahun ini merupakan hasil kesepakatan masyarakat melalui berbagai tahapan musyawarah, hingga penetapan program pembangunan desa.
Untuk itu Ema mengajak seluruh masyarakat Desa Tangua untuk bersama-sama menjaga dan merawat berbagai fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Usulan yang belum dapat diakomodasi, Insya Allah akan menjadi prioritas pada tahun berikutnya, mengingat keterbatasan anggaran pasca kebijakan efisiensi,” katanya. (Aan)







