Warga Pilih-pilih, Target Vaksinasi Rejang Lebong Baru 60 Persen


REJANGLEBONG, sahabatrakyat.com- Perjuangan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong untuk mencapai target vaksinasi hingga 70 persen di wilayah tersebut bukanlah hal mudah, bahkan hingga saat ini masih mengalami kendala.

Kepala Dinas Kesehatan Syahfawi saat ditemui disela kegiatan evaluasi pelaksanaan serbuan vaksinasi COVID-19 di BLMK Curup, Kamis (2/12/2021) menjelaskan salah satu kendala yang mereka hadapi adalah masih adanya masyarakat yang terkesan takut dan pilih-pilih jenis vaksin. Hal ini tentu menjadi hambatan dalam pencapaian target.

“Masyarakat kita masih ada milih-milih jenis vaksin, hal ini menyebabkan capaian target vaksinasi kita menjadi terkendala, kalau saja semua masyarakat memiliki pemahaman yang sama mengenai vaksin ini target 70 persen kita tentu sudah tercapai,” terang Syahfawi.

Meski demikian disampaikan Syahfawi pihaknya akan terus melaksanakan gerakan vaksinasi di wilayah tersebut, bahkan seluruh Puskesmas di 15 Kecamatan saat ini sudah melaksanakan pelayanan vaksinasi tanpa mengenal hari libur.. Tak hanya itu seluruh sektor terkait juga sudah dilibatkan dan disasar.

“Kita tidak berhenti melaksanakan kegiatan vaksinasi ini, masyarakat bisa vaksin tidak harus ke rumah sakit, semua Puskesmas sudah melayani, bahkan hari libur pun jika ada masyarakat mau vaksin tetap dilayani dan ini sudah menjadi komitmen kami,” sampai Syahfawi.

Selain itu, Syahfawi menghimbau agar masyarakat setempat tidak lagi memilih-milih jenis vaksin, pasalnya menurut Syahfawi seluruh jenis vaksin yang digunakan kepada masyarakat dalam kegiatan vaksinasi memiliki kualitas dan mutu yang sama, dan telah melewati uji kelayakan oleh badan kesehatan dunia (WHO) hingga MUI.

“Semua vaksin tentu kualitasnya baik, semua sudah diuji kelayakannya, bahkan oleh WHO termasuk sudah dinyatakan halal oleh MUI, artinya tidak perlu lagi milih-milih jenis vaksin,” himbaunya.

Terkait capaian vaksin sendiri, diungkapkan oleh Syahfawi sejauh ini sudah mencapai 60 persen dari data manual yang ada di pihaknya, namun jumlah tersebut lebih banyak dari data online, sebab data online sendiri terkendala proses penginputan. Sementara target capaian 70 persen sendiri harus terpenuhi hingga akhir Desember 2021.

“Untuk jumlah capaian sudah sampai 60 persen, sisa 10 persen lagi, data 60 persen itu data manual yang kita punya dan kita pakai, kalau melihat data online jumlahnya lebih sedikit, itu terkendala proses penginputan, mudah-mudahan hingga akhir bulan Desember ini 70 persen target tercapai dan kita optimis untuk itu,” akhirnya.(brn)