Buru Tsk Utama Pembunuhan Wina, Polisi Akui Sudah Identifikasi Lokasi Sembunyi PA

KOTA BENGKULU, sahabatrakyat.com Polisi terus bekerja untuk menuntaskan kasus pembunuhan terhadap Wina Mardiani (20 tahun), mahasiswi Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen dan Bisnis Universitas Bengkulu. Selain sudah menetapkan tersangka utamanya, polisi kini memburu PA yang juga sudah resmi masuk DPO Polda Bengkulu.
Penetapan tersangka dan DPO itu diungkap Kapolda Bengkulu Irjen Pol Supratman melalui Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno kepada para pewarta, baru-baru ini (16/12/2019) di Mapolda Bengkulu.
“PA adalah tersangka utama. Kita juga sudah terbitkan DPO. Kami sudah koordinasikan dengan sejumlah jajaran di perbatasan dan provinsi tetangga. Kini kita fokus pengejaran,” kata Sudarno dikutip RRI Bengkulu.
Kata Sudarno, pihaknya juga sudah mengidentifikasi tempat yang ditengarai menjadi lokasi pelarian tersangka. Ia diperkirakan bersembunyi di dalam hutan di daerah asalnya di Empat Lawang, Sumatera Selatan.
“Indikasinya di sana. Karena daerah itu masih banyak hutan. Dan sampai sekarang belum ada sinyal (keberadaan tersangka di tempat lain) dari anggota yang sudah menyebar,” kata Sudarno.
Di sisi lain polisi mengimbau agar tersangka segera menyerahkan diri demi mempermudah proses hukum. Termasuk kerabat atau keluarga ia minta agar memberi tahu keberadaan tersangka.
Terpisah, Kapolres Bengkulu AKBP Prianggodo Heru Kun Prasetyo mengatakan untuk memburu tersangka PA sudah dibentuk tim khusus yang diback-up Polda Bengkulu. Dia mengakui lokasi pelarian tersangka juga sudah diketahui.
“Kalau sudah dikejar artinya tim sudah tahu arah. Kami juga minta dukungan masyarakat. Sekecil apapun informasi akan menjadi penting bagi tim di lapangan,” kata dia.
Lebih lanjut Prianggodo mengakui penyidik belum menyimpulkan apa motif yang melatarbelakangi pembunuhan. Hal itu baru bisa diungkap setelah pelaku utamanya ditangkap.
“Kalau motiv belum bisa dipastikan. Kita masih butuh satu keterangan lagi dari tersangka utama yang kini masuk DPO,” kata Prianggodo.


Editor: Jean Freire