Gelapkan Tabungan Murid Rp 23 Juta, Bendahara PAUD Ditangkap Polisi

Press Release Polres Kaur

KAUR, sahabatrakyat.com- YA (27 tahun), seorang bendahara di salah PAUD di Kecamatan Maje, Kaur, diciduk polisi, Sabtu (25/07/2020). Warga Desa Suka Menanti Kecamatan Maje itu masih harus mendekam di sel tahanan Mapolres Kaur untuk menjalani proses hukum.

Seperti dilansir Tribratanewsbengkulu.com, Sabtu (01/08/2020), YA diamankan polisi setelah dilaporkan oleh Desvy Wulandari (28 tahun), Ketua Yayasan PAUD IT, tempatnya bekerja, atas tuduhan penggelapan uang tabungan siswa di PAUD IT tersebut.

“Tersangka kita amankan di Desa Kuto Sari Kecamatan Belitang Tiga, Kabupagen Oku Timur Provinsi Sumatera Selatan, dan kini tersangka sedang dalam pemeriksaan anggota kita,” kata Kapolres Kaur Polda Bengkulu AKBP Puji Prayitno S IK MH melalui Kasatreskrim Polres Kaur Iptu Pedi Setiawan SH MH, baru-baru ini (30/7/2020).

Penangkapan tersangka dilakukan sekitar pukul 22.00 WIB yang dipimpin Kanit Pidum Satreskrim Polres Kaur Ipda Rizqi Dwi Cahya P S Tr.K bersama anggota Unit Pidum Sat Reskrim Polres Kaur dan didukung oleh Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Oku Timur beserta tim.

Iptu Pedi menjelaskan, rentan waktu pelapor menyampaikan laporan dengan waktu penangkapan yang panjang itu lantaran tersangka tak ada di desanya.

“Setelah kita telusuri ternyata dia ke daerah Belitang sehingga langsung kita tangkap di Belitang, waktu kita amankan tanpa perlawanan,” imbu Pedi.

Ditambahkan Pedi, peristiwa bermula sejak 23 Juni 2020 saat akan dilakukan pembagian rapor murid Paud IT Generasi Madani Desa Suka Menanti.

Akan tetapi saat raport akan dibagikan, tabungan murid Paud yang dipegang oleh tersangka selaku bendahara tak bisa disampaikan karena tersangka tak hadir. Ia malah pergi ke Desa Kuto Sari Kecamatan Belitang Tiga Kabupaten Oku Timur.

“Total dana tabungan siswa Rp 23 juta, ini tidak ada diserahkan ke pihak PAUD IT. Jadi bendahara yang bertanggung jawab dan telah mengelapkan uang tersebut. Tersangka kita jerat pasal 373 KUHP tentang tindak pidana penggelapan,” jelasnya.


Editor: Jean Freire