Kerajinan Tangan dari Sampah dan Resam Ponpes Ampel Darussalam Hadir di Musrembangcam Uram Jaya

Para staf Kantor Kecamatan Uram Jaya saat mempersiapkan tempat pelaksanaan Musrembangcam di Kecamatan Uram Jaya yang dijadwalkan Kamis (21/2/2019)/aka budiman

LEBONG, sahabatrakyat.com- Kreativitas bernilai seni dan ekonomi yang tengah digalakkan para santri Pondok Pesantren Ampel Darussalam Lebong terus menggeliat. Bahkan untuk memotivasi masyarakat, khususnya kaum perempuan dan kalangan muda, para santri berencana menampilkan sejumlah hasil kreasi di Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tingkat Kecamatan di Kecamatan Uram Jaya pada Kamis (21/2/2019) di Balai Desa Lemeu.
Disambangi sahabatrakyat.com saat mempersiapkan Musrembangcam, Camat Uram, Iwan Jang Jaya SE mengatakan, pemerintah kecamatan memberi ruang kepada Ponpes Ampel Darussalam, khususnya para santri dengan harapan bisa memotivasi warga di Kecamatan Uram Jaya dalam upaya mengembangkan ekonomi kreatif, terlebih yang dikembangkan berasal dari sampah yang menjadi salah satu masalah utama lingkungan.
“Ini sebagai upaya memberi motivasi kepada warga melalui para kepala desa. Jika ingin mengembangkannya atau misalnya mau agar warga diberi pelatihan dan sebagainya, itu silakan nanti. Kami hanya memfasilitasi dalam rangka menggerakkan sektor ekonomi kerakyatan,” kata Iwan, Rabu (20/2/2019) siang.
Iwan mengaku belum tahu macam-macam kerajinan seperti apa yang akan ditampilkan.  Yang jelas, kata dia, kerajinan itu memanfaatkan sesuatu yang tidak berharga di lingkungan sehari-hari menjadi barang bernilai lebih.
“Kerajinan jenis sampah. Dari limbah. Besok kita lihat seperti apa. Kalau disebut pameran, tidak tepat karena yang tampilkan hanya oleh satu pihak. Bisa disebut sekedar menunjukkan saja,” ujarnya.
Para santri antusias mempersiapkan materi kerajinan yang akan ditampilkan di Musrembangcam Kecamatan Uram Jaya, Kamis (21/2/2019)

Terpisah, Kepala Yayasan Pondok Pesantren Ampel Darussalam Kabupaten Lebong, Buya Yusuf Sauqy mengungkapkan, para santrinya akan menunjukkan hasil karya kerajinan tangan yang dikerjakan pada waktu luang aktivitas santri.
Sementara pembimbing kewirausahaan santri, Zainul Arif mengungkapkan, ada lima item yang akan tampilkan berupa karya-karya berbahan baku resam/pakis gajah (rumput liar) yang dipadukan dengan sampah seperti koran, puntung rokok, pasir dan kardus.
“Lima item itu berupa sepeda ontel, tempat tissu, asbak, gantungan kunci dan songkok. Kita siap memperkenalkan nantinya, jika ada yang mau beli ya ndak papa,” ujarnya.


Pewarta: AKA BUDIMAN