Kuari Galian C Marak, Modus Keruk Dana Desa-kah?

Aktivitas penambangan pasir pantai yang marak di wilayah Nasal, Kaur

KAUR, sahabatrakyat.com– Sejumlah kuari galian C yang diduga ilegal kini marak di wilayah Kabupaten Kaur. Salah satunya di wilayah Kecamatan Nasal. Maraknya aktivitas penambangan itu diduga terkait dengan berjalannya program pembangunan fisik di desa yang didanai dana desa (DD).
Pantauan sahabatrakyat.com, pengambilan pasir pantai dan batu mudah dijumpai di sekitar kegiatan proyek dana desa. Meski ini sebetulnya pemanfaatan potensi setempat, namun disinyalir pemanfaatannya tanpa lewat prosedur.
Kantimas Kecamatan Nasal, Hendra, mengatakan, “Di daerah Nasal ini mereka mengambil pasir pantai meskipun sudah kami cegah dan kami peringatkan. Ada juga sempat mobilnya kami kandang dan mereka berjanji tidak mengulangi lagi.”
“Setelah itu belum ada kabar mereka mengambil pasir pantai ilegal. Entah kalau masih ada. Barang kali malam hari dengan waktu yang sepi,” tambah Hendra.
Terpisah dari di lokasi kegiatan memang banyak tumpukan dan pasir pantai di lokasi kegiatan pembuatan rabat beton yang saat dijumpai sedang berkerja.
Namun disanggah oleh TPK yang sedang ada di lokasi kegiatan desa Merpas, Kecamatan Nasal tersebut. “Kami menggunakan pasir sedot yang ada izinnya di lokasi Buyung Sahyar,” ucap Ketua TPK nya
Kades Batu Langun, Yusman mengaku sudah kewalahan dengan masyarakat yang mengambil pasir di pantai desanya. “Dan saya sudah berapa kali mengingatkan kepada masyarakat yang masih bandel tersebut, rupanya diam-diam masih juga. Alasannya untuk membangun rumah pribadi,” kata Yusman.
===============
Penulis: JHON
Editor: JEAN FREIRE