Ratusan anak RA, TK dan PAUD di bawah naungan Kemenag BU memperingati HAN 2016/sahabatrakyat.com
Ratusan anak RA, TK dan PAUD di bawah naungan Kemenag BU memperingati HAN 2016/sahabatrakyat.com

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2016 di Bengkulu Utara oleh lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama, Sabtu (17/9/2016), dipusatkan di Taman Tugu Seksi Kelurahan Gunung Alam, Kecamatan Arga Makmur. Sekitar 600 anak-anak Raudhatul Athafal (RA), Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Bengkulu Utara menyemarakkan acara.

Kegiatan itu sendiri terselenggara atas kerja sama Ikatan Guru Raudhatul Athafal (Igra) TK di bawah naungan Kemenag BU dengan Komunitas Guru Asyik dan Menyenangkan (Gurame) Kabupaten BU. Selain berbagai lomba bagi anak-anak dan guru pendamping, acara itu juga dikemas untuk menanamkan semangat nasionalisme, cinta tanah air melalui lagu-lagu kebangsaaan, seperti Indonesia Raya, Satu Nusa Satu Bangsa, Dari Sabang Sampai Merauke.

Ketua Gurame BU, Suharti, S.Pd kepada sahabatrakyat.com mengatakan, selain lomba mewarnai untuk anak-anak, juga ada lomba bagi guru untuk sekedar menyenangkan anak-anak, menjalin ukuwa, persatuan, dan persaudaraan antara guru RA, TK dan PAUD, seperti lomba memasukan benang ke dalam jarum dan lomba beradu balon.

“Intinya kita mengadakan kegiatan ini dalam rangka memeriahkan Hari Anak Nasional, karena anak-anak butuh motivasi, stimulasi, dari sejak dini untuk menjadi anak-anak lebih baik, cerdas, dan ceria masa depannya. Tentunya kita berharap mereka menjadi generasi yang unggul di masa yang akan datang memimpin bangsa Indonesia,” ujarnya.

Ketua IGRA dan Gurame BU yang mendampingi anak-anak RA/TK/PAUD/sahabatrakyat.com
Ketua IGRA dan Gurame BU yang mendampingi anak-anak RA/TK/PAUD/sahabatrakyat.com

Tak Didukung Pemda
Muslimah, A.Ma, ketua Igra BU, menuturkan, “Kita organisasi di bawah Kemenag, kita tidak dapat perhatian dari pemerintah daerah. Sering kita mengadakan acara-acara menggunakan uang dari kantong-kantong kita sendiri, setiap sekolah yang mengadakan itu berinfaq, karena kita susah mau mendapat dari pemerintah, sementara mereka bilang kita ini di bawah Kemenag bukan di bawah Dikbud. Setiap acara kita tidak pernah mengajukan ke pemerintah daerah maupun ke Dikbud. Jadi apa yang bisa kita lakukan, kita lakukan untuk anak bangsa ini.”

Karena itu Kepala RA IT Al-Ikhsan itu mengimbau pemerintah daerah supaya bisa berlaku adil, tidak menganak-tirikan sekolah-sekolah di bawah Kemenag. “Karena sesungguhnya semua guru di sini adalah guru-guru yang ikhlas untuk mendidik anak-anak bangsa ini. Sama tujuannya untuk menjadi generasi bangsa ini, menjadi generasi yang cerdas, beriman  yang akan menggatikan pembangunan yang akan datang menjadi penerus pembangunan bangsa ini, jadi selayaknya untuk diperhatikan bersama-sama tidak dibedakan,” kata Muslimah.

Penulis: MS FIRMAN
Editor: Jees