GOJUKAI Protes FORKI Bengkulu; Atlet Dicoret Tanpa Dasar?

 

Suasana Pemusatan Latihan (TC) di PPLP Bumi Ayu/ist

 
BENGKULU, sahabatrakyat.com- Persiapan Kontingen FORKI Bengkulu menghadapi Kejuaraan Nasional Karate Piala KASAD XIX Tahun 2019 yang direncanakan berlangsung dalam waktu dekat di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menuai masalah.
Adalah Pengurus Daerah GOJUKAI yang mempersoalkan keputusan Pengprov FORKI yang tiba-tiba mencoret atletnya tanpa alasan dan dasar yang jelas. Padalah karateka tersebut dipanggil secara resmi dan menjalani pemusatan latihan sesuai jadwal.
Karateka GOJUKAI yang dipanggil ikut pemusatan pelatihan lalu dicoret itu adalah M. Abdi Fallah. Abdi dipanggil berdasarkan surat Pengprov FORKI Bengkulu Nomor: 28/Pengprov BKL/II/2019 tanggal 24 Februari 2019.
Selain Abdi, ada 10 nama lainnya yang ikut dipanggil. Mereka adalah para pemenang atau juara dalam Pekan Olahraga Provinsi Bengkulu yang dilaksanakan pada Mei 2018 lalu. Pemusatan latihan sendiri berlangsung di PPLP Bumi Ayu, Kota Bengkulu sejak 24 Februari 2019. Abdi tidak lagi ikut TC per tanggal 7 Maret 2019.
Pengurus Daerah GOJUKAI Provinsi Bengkulu Azar menyesalkan sekaligus mempertanyakan dasar keputusan Pengprov FORKI tersebut. Apalagi informasi yang berkembang, keputusan itu hanya atas dasar kesepakatan Tim Pelatih dan Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pengprov FORKI.
“Sedangkan ada atlet yang tidak masuk dalam daftar pemanggilan dan kualifikasi TC tiba-tiba ada dalam dafar atlet Piala KASAD. Ada apa gerangan?” ujar Azar dikutip bengkulunews.co.id, Senin (11/3/2019).
Karateka yang tak masuk daftar panggil TC namun masuk dalam daftar kontingen Piala KASAD yang dimaksud Azar adalah Deri Dwi Anggara dan Linggo Dwi Yulianto.
Kepala Pelatih Firdaus yang dikonfirmasi enggan menjelaskan. Ia menyarankan hal tersebut ditanyakan langsung ke Bidang Binpres Pengprov FORKI.
“Maaf mbak, tanya aja sama bimpres,” kata Firdaus kepada jurnalis bengkulunews.co.id via WhatsApp, Minggu (10/3/201).


Editor: Jean Freire