Aliansi BEM Nusantara Tuntut Revisi UU KPK & Minta DPRD Bengkulu Sejahterakan Petani

BENGKULU, sahabatrakyat.com Gelombang unjuk rasa memprotes UU KPK dan sejumlah isu nasional lainnya kembali menggelinding di Kota Bengkulu. Setelah PMII (23/9), dan Pemuda Raflesia (24/9), pada Rabu (25/9/2019), ribuan mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi BEM Nusantara juga demo di DPRD Provinsi Bengkulu.
Ribuan mahasiswa itu diketahui berasal dari BEM Unihaz, BEM Dehasen, BEM Stain Curup, dan beberapa BEM lainnya dari perguruan tinggi di Provinsi Bengkulu.
Salah seorang orator aksi asal UMB, Sandes, mengklaim aksi itu membawa suara rakyat Indonesia yang meminta DPR melihat keluh kesah rakyat.
“Berdirinya kami di sini untuk menyampaikan suara-suara rakyat Indonesia. Teruntuk DPR, kami cuma menyampaikan aspirasi, apakah kalian tahu masyarakat berkeluh kesah pada kalian? Rakyat adalah segalanya dan kami bertujuan menyampaikan suara rakyat,” seru Sandes.
Sementara Thio Heldo Sechen, Presiden Mahasiswa Unihaz menyatakan penyesalan atas insiden dalam aksi unjuk rasa yang terjadi sehari sebelumnya yang diwarnai kericuhan dan tembakan gas air mata.

Presiden Mahasiswa Unihaz Thio Heldo S saat orasi di hadapan massa Aliansi BEM Nusantara

“DPR merupakan perwakilan rakyat, maka dari itu kami di sini, masyarakat Indonesia, di sini kami sedikit menyesali aksi kemarin. Kami memperjuangkan hak rakyat tetapi mereka menembaki dan memberikan teman-teman kami gas air mata. Kami turun hari ini menyuarakan suara rakyat. Kami di sini tidak ada yang membawa senjata, kami murni menyampaikan aspirasi masyarakat Indonesia,” ujar Thio.
Usai orasi dan membaca puisi, sekitar 13 anggota DPRD Provinsi Bengkulu turun ke jalan dan menemui demonstran. Mereka antara lain Suimi Fales, Erna Sari Dewi, Dempo Xler, Usin Abdisyah Putra Sembiring, Sudirman Alip, dkk.
Adapun pernyataan sikap atau tuntutan Aliansi BEM Nusantara yang disampaikan kepada DPRD Provinsi Bengkulu itu adalah:

  • 1. Meminta DPR Meninjau Kembali RUU KPK;
  • 2. Mensterilkan pimpinan dan komisioner KPK;
  • 3. Menyelesaikan konflik di tubuh KPK;
  • 4. Menyelesaikan masalah karhutla; dan
  • 5. Menuntut DPRD Provinsi Bengkulu mensejahterakan petani di Provinsi Bengkulu.

Pewarta: Yopy Rivaldo