Emeraldo Wahyu Nugroho Nahkodai HMPS PAI STAIN Curup

Emeraldo saat terpilih sebagai ketua HMPS PAI periode 2017-2018/foto ist

REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com– Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMPS PAI) STAIN Curup kini dinahkodai wajah baru. Dalam musyawarah organisasi yang digelar baru-baru ini (Sabtu, 4 Maret 2017), telah terpilih Emeraldo Wahyu Nugroho sebagai ketua HMPS PAI periode 2017-2018.

Proses pemilihan ketua baru itu berlangsung di salah satu gedung dalam kampus STAIN Curup. Selain melibatkan pengurus HMPS PAI periode 2016-2017, peserta musyawarah juga terdiri dari utusan perwakilan setiap lokal/kelas mahasiswa proogram studi PAI, masing-masing dua orang.

Sebelumnya ada dua kandidat yang memenuhi syarat untuk maju dalam pencalonan. Salah satu syarat itu adalah IPK minimal 3,25. Kandidat yang memenuhi syarat itu adalah Emeraldo dan Yogi Sumantri.

“Setelah melalui proses yang demokratis, Emeraldo yang terpilih dan sesuai dengan kesepakatan Yogi diangkat menjadi wakil ketuanya. Dengan demikian kami berharap program-program HMPS PAI bisa tetap berjalan dengan baik,” kata Ariyanti, ketua HMPS PAI periode 2016-2017 yang ditemui sahabatrakyat.com di kediamannya.

Menurut Ariyanti, meski kepemimpinan HMPS sudah berganti, namun struktur organisasi dan anggota HMPS PAI sebagian masih wajah lama. “Untuk anggota baru masih dalam tahap penyeleksian demi berjalannya program HMPS PAI dalam keikutsertaan memajukan STAIN Curup,” jelasnya.

Mahasiswi yang akrab disapa Ari itu berharap ketua terpilih dan jajaran pengurus yang akan dibentuk bisa mengemban amanah dan melanjutkan program organisasi yang belum terlaksana di periode sebelumnya.

“Kami sebagai pengurus HMPS PAI periode 2016-2017 sangat berharap kepada pengurus baru ini agar amanah terhadap tugas yang diemban supaya dapat menjalankan tugasnya dengan semaksimal mungkin, dapat melanjutkan program HMPS PAI periode 2016-2017 yang belum sempat dijalankan, dan visi misi yang mereka sampaikan kami ingin melihat buktinya bukan hanya sekedar ucapan semata,” demikian Ariyati. (Vikter Sanjaya)