Polemik Membelit Unras, Bupati Mian: Pemkab Tidak Intervensi

 

Bupati Bengkulu Utara saat dibincangi awak media

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Polemik yang membelit Universitas Ratu Samban Arga Makmur lantaran saling klaim kepemilikan antara Yayasan Ratu Samban vs Yayasan Ratu Samban Arga Makmur hendaknya tidak berkepanjangan.
Pasalnya, selain menjadi preseden buruk, berlarut-larutnya persoalan bisa berdampak buruk terhadap aktivitas akademik di kampus kebanggaan Bengkulu Utara itu.
Bupati Bengkulu Utara Ir Mian kepada sahabatrakyat.com mengatakan, dirinya tak punya kompetensi untuk turut campur dalam persoalan. Ia hanya berharap ada solusi terbaik yang dihasilkan.
“Saya tentunya tidak mempunyai kompetensi untuk hal itu, semua kita serahkan kepada para pendiri yang telah membesarkan Universitas Ratu Samban (Unras) tersebut,” ujarnya.
Pemerintah sebagai pelindung, kata Bupati Mian, juga tidak akan mengintervensi. Pemerintah, kata Bupati, menginginkan bagaimana majunya Unras ke depan.
“Posisinya tentunya berpikir bagaimana mencari mana yang terbaik, tetapi tidak ada intervensi pemerintah terkait dengan siapa, mengapa itu semua bagian dari wewenangnya para pendiri,” tambah Bupati Mian.
Menurut Bupati, dukungan yang diberikan pemkab selama ini akan diteruskan. Dana hibah atau subsidi akan dialokasikan setelah polemik atau masalah di Unras tuntas.
Termasuk soal pembayaran beasiswa, Bupati Mian menegaskan, sepanjang tidak menyalahi aturan maka beasiswa itu akan dibayarkan sehingga tak menghambat agenda akademik.
“Saya dengan Pak Wabub tetap konsen bahwa Unras itu adalah ikon Bengkulu Utara. Kita harus tumbuh-kembangkan dan besarkan apa yang dirintis oleh para pendiri. Harus kita teruskan, tetapi untuk menentukan yayasan atau sebagainya itu otoritas tanggung jawabnya adalah pendiri,” katanya. (MS Firman)