PDS saat memberi keterangan

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Masyarakat Bengkulu baru saja digegerkan kasus pembunuhan siswi SMA 4 Kota Bengkulu. Pelakunya bukan orang asing melainkan teman dekatnya sendiri.
Di saat kabar duka itu menjadi permenungan dan menyesak nurani banyak insan; di saat aparat penegak hukum tengah mendalami kasus ini secara mendalam, ada saja oknum yang tega membuat peristiwa itu menjadi seolah tak ada apa-apanya.
Adalah akun facebook P Jang yang memposting status ‘Bangkai Rp. 8.888.888.888 Bengkulu (38115) 2juta angkut’ dengan menampilkan gambar bagian-bagian tubuh jenazah (almarhumah) Tara di grup FB BENGKULU BEKERJA, JUAL_BELI & SHARING baru-baru ini.
Postingan itu segera menuai reaksi anggota grup. Mereka menilai postingan P Jang sebagai tindakan yang tak pantas.
Andai niatnya bercanda, sungguh patut dianggap sebagai selera humor yang ganjil, aneh, dan menyimpang.
Status itu bukan mengundang tawa apalagi balas canda, ulah akun P Jang ini justru mengundang kecaman dan ancaman. Bahkan polisi sudah memberi perhatian khusus.
Ngaku Dibajak
sahabatrakyat.com berhasil menemui orang yang disebut-sebut sebagai pemilik akun. Ditemui di kediamannya, Pri Dimas Saputra (16 tahun) mengatakan, dirinya tidak pernah memposting status yang viral di jagat maya itu.
“Demi Allah saya tidak pernah membuat status dan memposting hal seperti itu,” katanya kepada sahabatrakyat.com, Jumat (9/2/2018).
Dimas mengatakan, facebook-nya (P Jang) sudah dibajak orang sejak Juli 2017. “Sejak dibajak saya tidak pernah lagi membuka akun FB itu, dan saya membuat akun baru dengan Nama Pri Dimas,” jelasnya.
“Saya mengetahui postingan itu dari temen saya Noka Gaskinz kemarin siang sehabis pulang dari sekolah. Berani sumpah bukan saya yang membuat itu.”
Orang Tua Pri Dimas Saputra, Yarmansyah menuturkan, “Kami bingung harus berbuat apa, berharap hal yang terjadi anak kami ini tidak berdampak buruk baginya, kami merasa was-was melewati hari-hari dengan perasaan tidak tenang, apalagi ibunya sampe jadi pikiran,” ujarnya.
Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Bengkulu, Rahmat Riyanto, melalui Ketua DPW Srikandi Pemuda Pancasila, Provinsi Bengkulu Lisda Karviana, SE, MM yang langsung turun ke rumah Pri Dimas Saputra, mengatakan pihaknya akan memberikan pendampingan mencari solusi dan jalan terbaik terkait persoalan itu.
“Anak ini adalah korban dari oknum yang tidak bertanggung jawab.. Secara mental anak ini shock, dengan kejadian yang menimpa dirinya, besok kita akan mendapingi anak ini memberikan keterangan kepada pihak Polres Bengkulu Utara,” kata Lisda.
Lisda berharap semua pihak dapat memaklumi situasi ini dan bisa lebih bijak dalam menyikapinya.
Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi Warganegara, SH, S.IK, MM melalui Kasat Reskrim AKP M. Jufri, S.IK, mengimbau seluruh masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial terutama dalam hal membuat status.
“Jangan sampai membuat statusnya menyinggung perasaan orang lain atau pun barbau SARA sehingga memacing terjadinya keributan,” kata Jufri.
Terkait status P Jang, Jufri mengaku pihaknya tengah melakukan pendalaman. “Sementara kita akan mendalami, meminta keterangan kepada pemilik akun FB tersebut,” katanya.
“Untuk seluruh orang tua agar selalu memberi pengawasan kepada anak-anaknya dalam penggunaan media sosial,” tutup Jufri.


Pewarta: MS Firman
Editor: Jean Freire