
BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- Dugaan pembunuhan terhadap korban Lilik Rahayu oleh suaminya sendiri, menguat. Ini setelah polisi menemukan tanda-tanda kekerasan pada kepala korban sebelah kiri sebagai akibat
benturan benda tumpul.
Tanda-tanda itu ditemukan usai melakukan autopsi terhadap jasad korban yang berlangsung Kamis (22/3/2018) di TPU Desa Tanah Tinggi, Kecamatan Padang Jaya, Bengkulu Utara.
Sebelum kasus ini terungkap, korban sempat menghilang sekitar empat bulan. Warga lalu menemukan tengkorak dan tulang belulan di desa setempat dan belakangan teridentifikasi sebagai Lilik Rahayu.
“Tulang tengkorak kepala di bagian belakang sebelah kiri mengalami perbedaan. Sedikit masuk ke dalam karena hantaman benda tumpul. Itu menurut keterangan dokter,” kata Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi Warganegara, SH, S.IK, MM melalui Kasat Reskrim AKP M Jufri, S.IK kepada sahabatrakyat.com.
Jufri menjelaskan, autopsi digelar guna mencocokan keterangan tersangka yang mengaku menghantam korban menggunakan batu pada bagian sebelah kiri.

Sementara itu, Kepala Desa Tanah Tinggi Karjan menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran kepolisian yang sudah mengungkap kasus itu.
Ia mengharapkan kepada warga, baik keluarga korban maupun pelaku, tidak menyimpan dendam. “Kami juga meminta kepada jajaran kepolisian membantu dalam pengamanan agar kedua belah pihak dapat rukun dan tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Kasat Reskrim AKP Jufri usai autopsi menjelaskan kepada keluarga dan warga setempat bahwa proses pemakaman dapat dilaksanakan sebagaimana layaknya. Kendati sejumlah potongan tubuh korban belum lengkap.
Ia juga mengimbau kepada masing-masing pihak agar bisa tetap rukun dan tidak sampai berkonflik.
Bagio, ayah korban, mengatakan dirinya tidak menyimpan dendam. Selaku orang tua dia mengaku sangat kehilangan.
“Mudah-mudahan kejadian seperti ini terakhir terjadi di sini,” harap Bagio.
Penulis: MS Firman
Editor: Jean Freire





