Bupati BU bersama PKP2Trans dan Dirjen PKTrans Kemendes PDTT usai Upacara peringatan HBT ke-68

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- Sejak tiga tahun terakhir pemerintah memberi perhatian pada upaya pengentasan kemiskinan di desa. Salah satunya melalui penyaluran dana desa dengan memaksimalkan pertumbuhan ekonomi di desa.
Ketimpangan di perdesaan patut menjadi perhatian mengingat berbagai tingkat kemiskinan, kedalaman dan keparahan kemiskinan desa yang lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan.
Mengatasi masalah ketimpangan di perdesaan akan menjadi kunci penting dalam upaya penurunan tingkat kemiskinan di perdesaan demi kesejahteraan masyarakat.
Bupati Bengkulu Utara Ir. H. Mian saat dibincangi usai upacara peringatan HBT ke-68 di Balai Desa Padang Jaya mengaku data terbaru BPS Bengkulu Utara yang dia terima menyebutkan bahwa tahun 2016 angka kemiskinan 13,06; tahun 2017 12,08; di tahun 2018 ini turun menjadi 11,06.
“Artinya tahun 2020 kita targetkan bisa menjadi 1 digit kalau ini angka rasional,” kata Mian.
Mian mengatakan, intervensi pembangunan yang dimulai dari desa, pemberdayaan ekonomi di desa, kredit usaha rakyat dari desa dengan BUMDes dan sebagainya lambat laun akan menekan angka kemiskinan.
“Inilah hasil pembangunan yang dimulai dari pinggiran, pembangunan yang dimulai dari desa yang dicanangkan oleh bapak Jokowi, kita Pemerintah Daerah Bengkulu Utara memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih yang setingi-tingginya kepada jajaran kementerian Desa PDT dengan harapan kedepan semakin meningkat yang arahnya untuk kesejahteraan masyarakat,” tutup Mian.
Direktur Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PKP2Trans Kemendes PDTT) R Hari Pramudiono mengatakan Kabupaten Bengkulu Utara ke depan bisa diberikan program-program sesuai dengan posisi dan kondisi. “Kami harapkan agar KTM Lagita tetap berjalan,” singkatnya.
Dirjen PKTrans Kemendes PDTT M. Nurdin, mengakui Bengkulu Utara mengalami penurunan angka kemiskinan yang signifikan, yakni dari 13,06 turun ke 12,08 dan kini di angka 11,06.
“Kita yakin target di tahun 2020 bisa menjadi 1 digit. Hal ini menunjukan bahwa pembangunan yang digalakkan oleh bapak Presiden dimulai dari desa mampu mengurangai angka kemiskinan di Bengkulu Utara ini,” kata Nurdin.
“Semua ini tidak terlepas dari peran Pemerintah Daerah Bengkulu Utara dalam menjalankan program-program yang ada dan kinerja yang maksimal,” tutupnya.


Penulis: MS Firman
Editor: Jean Freire