
BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- Sejumlah bangunan di lokasi wisata Palak Siring, Kelurahan Kemumu, Kecamatan Arma Jaya terkesan tak terawat, bahkan ada yang mulai rusak.
Padahal aset-aset milik daerah itu baru dibangun. Masih seumur jagung.
Sejumlah sarana yang dibangun melalui dana alokasi khusus tahun 2018 itu antara lain: pos jaga tiket, pagar pembatas, toilet umum, jalan setapak, dan anak tangga untuk memudahkan wisatawan saat mengunjungi air terjun dan DAM yang ada di sana.
Bagi para pengunjung objek wisata Palak Siring agar berhati-hati. Saat menuruni anak tangga ada spot selfi yang membahayakan dan bisa saja terjatuh sewaktu-waktu.
Selain itu, saat menuruni anak tangga menuju air terjun, pengunjung sebaiknya tidak berpenggangan di pagar jalan. Sebab sudah ada yang lepas sambungannya.
Sementara pos jaga yang ada di depan dan musholla belum difungsikan dan terkesan dibiarkan.
Terkait kondisi itu, Kepala Dinas Pariwisata Bengkulu Utara Mustarani Abidin mengatakan, hingga kini aset-aset di lokasi wisata itu masih dalam pemeliharaan pihak ketiga.
“Semua aset yang ada di area wisata Palak Siring menjadi tanggung jawab pengelola, tanggung jawabnya termasuk di dalam itu. Jangan mengambil retribusinya saja kemudian pemeliharaannya tidak mau,” kata Mustarani.
Jika aset-aset itu tak dipelihara, Mustarani menegaskan pihaknya akan memberi peringatan kepada pengelola. “Kita pasti akan tegur. Minimal Lurahnya karena karang taruna di bawah lurah,” kata dia.
Dijelaskan Mustarani, belum lama ini memang sudah ada laporan kepadanya terkait pergantian kepengurusan karang taruna setempat. Boleh jadi pengurus karang taruna yang baru belum menjalankan tugas-tugasnya.
“Kemarin itu laporannya ada pergantian kepengurusan karang taruna yang baru dengan karang taruna yang lama. Apakah ini sudah selesai apa belum seperti itu kata lurahnya masih akan dikoordinasikan,” papar Mustarani.
Karena itu Mustarani memastikan akan memanggil pengelola wisata Palak Siring. “Karena akibat dari mereka mengambil retribusi tersebut mestinya menjadi tanggung jawab mereka. Kalau mengambil retribusi saja tidak ada tanggung jawab di dalam itu buat apa,” tukas Mustarani.
Penulis: MS Firman
Editor: Jean Freire





