Upaya evakuasi oleh warga. Herli mau turun setelah melihat sang ibu jatuh pingsan/ist

LEBONG, sahabatrakyat.com- Suasana ramai dan gaduh terjadi di Kelurahan Taba Anyar, Kecamatan Lebong Selatan, Jumat pagi (5/4/2019). Pemicunya adalah aksi nekat salah seorang warga setempat yang ingin bunuh diri dari tiang tower setinggi 25 meter.
Belakangan diketahui sosok nekat itu bernama He (26 tahun). Ibu rumah tangga yang tengah hamil tujuh bulan itu diduga nekat memanjat tower lantaran tak terima perlakuan sang suami, Ed.
He yang tak menerima ulah suaminya lalu keluar rumah. Ia mendatangi lalu memanjat tiang tower milik Indosat yang letaknya tak jauh dari rumah. Lantaran tak ada yang menaruh curiga, He pun leluasa naik sampai akhirnya menarik perhatian tetangga dan warga sekitar.
Kapolres Lebong AKBP Andree Gahma Putra melalui Kapolsek Lebong Selatan, Iptu L. Naibaho kepada sahabatrakyat.com mengungkapkan, tindakan nekat Herli itu diduga dipicu oleh tindakan suaminya yang menyita kalung dan kartu ATM.
“Korban melakukan aksi tersebut diduga dikarenakan korban ribut dengan suaminya Edi Portal,” ujar Iptu L. Naibaho.
Tower Indosat yang dipanjat Herli Lien/ist

Dikatakan Naibaho, upaya mencegah niat bunuh diri He berkali-kali dilakukan. Baik  dengan membujuk bahkan sempat ada yang ikut naik menjemput ke atas tower namun gagal. Bukan mengurungkan niatnya, He yang tengah berbadan dua itu malah berusaha terjun.
Petugas dan warga pun lantas meminta bantuan orang tuanya. Ibunda He yang tinggal di Desa Payaembik, Kecamatan Amen, pun dijemput agar ikut membujuk putrinya itu. Namun usaha sang ibu juga menemui jalan buntu. Saking tak kuasa melihat aksi sang anak, ibunda He pun jatuh pingsan.
Rupanya melihat sang ibu pingsan membuat He mau dibujuk. Ia lantas dijemput ke atas tower oleh 5 orang warga menggunakan perlengkapan keamanan.
Setelah suasana tegang yang berlangsung sekitar dua jam itu, He yang sudah di bawah pun langsung dilarikan ke Puskesmas Tes. “Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Tes untuk mendapatkan perawatan medis,” tutup L. Naibaho.


Penulis: Aka Budiman
Editor: Jean Freire