
LEBONG, sahabatrakyat.com– Proses pencarian terhadap Gatra (4 tahun), bocah asal Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, yang hanyut dibawa arus Sungai Ketahun, Jumat (19/4/2019), masih berlangsung. Belum ada tanda-tanda korban ditemukan.
Tim pencarian dari BPBD, PMI, TNI dan Polri serta dibantu warga sekitar hingga kini masih menyisir aliran sungai. Upaya pencarian itu sudah berlangsung sejak Jumat petang dan sempat dihentikan pada Jumat malam sekitar pukul 19.00 WIB akibat cuaca yang tidak memungkinkan.
Kapolres Lebong AKBP Andree Gahma Putra mengatakan, pencarian dihentikan karena pertimbangan hujan yang mengguyur cukup deras serta gelapnya malam sehingga dapat membahayakan tim pencarian korban.
Pencarian, lanjutnya, akan kembali dilakukan pada Sabtu pagi (20/4/2019) mulai pukul 08:00 WIB.
“Untuk upaya pencarian korban tenggelam hari ini dihentikan terlebih dahulu dan akan dilanjutkan pada esok hari,”katanya Jumat (19/4/2019) malam.
Sementara itu, Camat Amen Ellyan Siswanti. S. Sos. M.Si menyampaikan tim gabungan pencari korban yang terdiri dari TNI/Polri, BPBD, PMI dan lainya akan tetap standby di posko yang didirikan di dua titik. Posko I di Ulau Dues, Desa Tunggang, Kecamatan Lebong Utara dan Posko II di Desa Selebar Jaya sendiri.
Seperti diketahui, peristiwa naas itu bermula ketika Gatra dan kakaknya Titin dan Tasya tengah mandi di pinggir sungai pada Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu mereka mandi bersama sang nenek bernama Sri.
Berdasar informasi polisi, sebelum kejadian sang nenek sempat pulang untuk ganti pakaian dan meninggalkan ketiga cucunya masih mandi di pinggir sungai. Tak lama Titin tiba-tiba menyusul si nenek dan memberi kabar Tasya dan Gatra hanyut.
Mendengar kabar itu, Sri pun bergegas kembali ke sungai. Keduanya sempat terjun ke sungai untuk menolong Gatra dan Tasya. Sri berhasil menolong Tasya. Ia juga sempat memegang tangan Gatra.
“Namun pegangan tangan terlepas dikarenakan arus sungai yang cukup deras. Korban Gatra hanyut dibawa arus. Kemudian neneknya kembali ke tepi sungai dan memberitahukan kepada warga,” informasi polisi.
Sebelumnya, kepada sahabatrakyat.com, Edwar (52 tahun), warga Desa Selebar, Kecamatan Amen, mengaku melihat sendiri persitiwa naas itu. Kata Edwar, ia melihat Tasya yang berusaha berenang agar tidak tenggelam. Tasya juga sempat berteriak minta tolong kepada Noten, seorang warga lainnya, yang saat itu sedang belanja di sebuah warung tak jauh dari sungai.
“Saya sedang angkat padi lihat Tasya tidak bisa berenang langsung teriak, Noten saya suruh terjun,” ujar Edwar yang ditemui di kediamannya.
Tasya sudah terselamatkan lalu dibawa ke rumah neneknya. Sampai di rumah bocah itu langsung memberitahu kalau adiknya masih berada di sungai.
“Sampai di rumah Tasya sebut-sebut adiknya. Mendengar itu kami langsung kembali dan menyelam ke sungai,” sampai Edwar. Edwar bilang kondisi sungai hari itu memang meluap dari biasanya. “Dari pagi tadi air nya memang sudah besar,” tuturnya.
Penulis: Aka Budiman
Editor: Jean Freire







